Thursday, April 27, 2017

LOKASI SIM KELILING JAKARTA BARAT


Lokasi SIM keliling di Jakarta Barat setiap minggu ke-1 dan ke-2 berada di halaman LTC Glodok. Sedangkan untuk minggu ke-3 dan ke-4 berada di halaman selatan Mall Citraland atau disebrang kampus Atmajaya. Untuk siang hari masih lumayan adem karena sinar matahari terhalang oleh bangunan gedung tapi udaranya panas karena berada di luar ruangan. Fasilitas tempat menunggu seadaanya karena jumlah kursi plastik yang terbatas.

Jam kerja sepertinya mulai dari jam 8 sampai jam 2 siang saja. Untuk perpanjangan SIM A dan C yang harus dibawa adalah SIM asli, KTP asli, fotokopi SIM dua lembar. Pertama datang tunjukkan SIM asli kepada petugas untuk meminta form biru yang berisi identitas pemilik SIM. Form biru diisi dengan lengkap dan dilampirkan photokopi SIM dan photokopi KTP masing-masimng satu lembar untuk diserahkan ke petugas yang tadi.

Tunggu waktu pemanggilan bisa sampai 1 jam lebih sesuai dengan antrian, kepadata, dan hari (jika sebelum dan sesudahnya akan ada hari libur). Setelah menunggu sejaman, pemohon perpanjangan SIM akan dipanggil dan naik ke truk SIM keliling. Di atas truk, pemohoan akan dicek mata apakah minus atau plus oleh petugas. Oleh petugas itu, pemohon membayar uang perpanjangan SIM sebesar Rp. 130.000,-.Setelah cek mata, pemohon akan pindah ke tempat perekaman data dan foto SIM. Setelah semua berkas dimasukkan ke komputer Pak Polisi, SIM langsung tercetak sekitar 2 menit. 

Setelah SIM diserahkan, pemohon melaminating atau memasang anti gores ke petugas form biru tadi dengan membayar uang sebesar Rp. 5.000,- saja. Setelah itu dipanggil oleh petugas asuransi dari POLRI dengan memberikan photokopi KTP. Selembar photokopi tersebut akan ditukarkan dengan kartu asuransi dan kuitansi asuransi secara gratis.  Selesai deh.


KESIMPULAN:
1. Truk SIM keliling ada di sebelah selatan mall Citraland atau seberang kampus UNTAR
2. Waktu pelakasaan hari senin-jumat jam 8 pagi - 2 siang
3. Membawa KTP dan SIM asli
4. Membawa photokopi SIM 1 lembar
5. Membawa photokopi KTP 2 lembar
6. Membayar Rp. 135.000,- untuk perpanjangan SIM
7. Membayar Rp 4.000,- untuk parkir sepeda motor




Sunday, April 16, 2017

INFINITY 2 - TRI SAKTI


belakang ke depan


sampingnya saja

sedap dipandang dengan perpaduan warna hijau dan kuning di punuknya


aksen garnis ciri khas infinity


aksen garnis dari samping


depannya saja


kisi-kisi udara depan yang terlalu banyak


belakangnya saja


pintu geser dan kaca geser identitas kelas ekonomi non AC




ASLI PRIMA 101
AKAP
Kalideres - Labuan
Ekonomi via Toll
Trisakti - Infinity 2
Hino AK



PIALA MAS - SEMACAM JETBUS MD BIGBUS



belakangnya

bagian belakang sama dengan jetbus2, hanya saja bagian bemper yang lebih tipis dengan lekukan yang lebih tinggi. Lampu rem di bemper jadi tepat di bawah lampu belakang.


samping ke depan

bagian samping dengan aksen garnis jetbus md seperti gagang telepon atau bumerang berwarna silver. Bagian atas juga dilengkapi dengan punuk tipis berwarna abu-abu tua.


depannya saja

bagian depan juga sama dengan jetbus2 pada umumnya. Murni Jaya menggunakan mesin depan sehingga terdapat kisi-kisi udara di depan yang bentuknya juga mirip dengan kisi-kisi udara bodi travego series AP.


lebih dekat dengan kisi-kisi udara depan


dari samping

logo piala mas berdampingan dengan nama PO Murni Jaya dan kisi-kisi udara yang menawan


grafis murni jaya dengan garnis bumerang piala mas


dari belakang

terlihat kurang afdol jika tidak ada kisi-kisi udara di bagian samping belakang



MURNI JAYA
AKAP
Kalideres - Labuan
Ekonomi via Toll
Hino AK
Piala Mas
sebut saja Jetbus MD Bigbus



Monday, April 10, 2017

RINGKASAN USBN GEOGRAFI 1

BAB I

PENGERTIAN GEOGRAFI

Geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kelingkungan dan kewilayahan dalam konteks keruangan. (Semlog IGI)

PAHAM-PAHAM DALAM GEOGRAFI

1.       Determinisme: manusia dipengaruhi oleh alam. Dikemukakan oleh tokoh-tokoh Yunani Kuno yang berpaham geosentris seperti Aristoteles, Ptolemeus, Erasthotenes, Plato, dsb.
2.       Positibilisme: manusia mempengaruhi alam. Dikemukakan oleh tokoh-tokoh modern yang berpaham heliosentris seperti Galileo Galilei, Isac Newton, Copernicus, dsb.

ASPEK GEOGRAFI

1.       Aspek fisik: berupa kondisi alam di permukaan, atas, dan bawah bumi yang dapat dilihat, diraba, dan dirasakan oleh manusia. Aspek fisik geografi biasa disebut dengan geosfer, yait
  1. Atmosfer: lapisan udara, meliputi iklim, cuaca, suhu, kelembapan, tekanan udara, angin, awan, dan curah hujan
  2. Biosfer: lapisan makhluk hidup, meliputi persebaran flora dan fauna di bumi
  3. Litosfer: lapisan bumi, meliputi struktur bumi, barang tambang, bencana alam, tektonisme, vulkanisme, seisme, patahan, lipatan, dsb
  4. Hidrosfer: lapisan perairan, meliputi hidrologi (air tawar atau air daratan seperti sungai, danau, rawa, waduk) dan ocenografi (air asin atau air laut seperti arus laut, slinitas, ombak, organisme laut, morfologi laut)
  5. Antroposfer: lapisan manusia, merupakan aspek non-fisik atau aspek social dalam geografi


2.       Aspek non-fisik atau aspek social: berupa interaksi antara manusia dengan manusia. Aspek nonfisik dapat juga termasuk dalam geosfer yaitu antroposfer. Antroposfer meliputi kegiatan pertanian, perkebunan, perikanan, pertambangan, permukiman, pariwisata, ekonomi, social, budaya, politik, dsb.

KONSEP GEOGRAFI

1.       Konsep lokasi: satu titik atau ruang di bumi, dibedakan menjadi dua:  Lokasi absolut: berdasarkan garis astronomis, contoh:   Indonesia terletak di antara 6 LU – 11 LS dan 95 BT – 141 BT. Lokasi mutlak: berdasarkan kondisi geografis, contoh: Indonesia terletak dipertemua tiga lempek tektonik dunia

2.       Konsep jarak: jeda antara dua titik atau ruang, dibedakan menjadi dua:  Jarak mutlak: berdasarkan satuan ukur, contoh:  jarak Bogor ke Depok adalah 15 km. Jarak relative: berdasarkan satuan waktu, contoh: jarak Bogor ke Depok dapat ditempuh dalam waktu 1 jam jika kondisi jalan lancar

3.       Morfologi: bentuk-bentuk permukaan bumi. Contoh:  perjalanan melalui lintas barat Sumatra berliku-liku dengan beragam tanjakan dan turunan yang curam karena berada di kawasan Bukit Barisan

4.       Pola: struktur bentukan dari fenomena geosfer untuk pola permukiman dan pola aliran sungai. Contoh: pola permukiman penduduk di daerah yang subur dan sumber air dangkal berbentuk menyebar sesuai dengan tingkat kesuburan tanah

5.       Keterjangkauan: kemudahan atau kesulitan untuk mencapai suatu lokasi. Contoh: untuk mengirim logistic pemilu di Papua sangatlah sulit dan memakan waktu yang sangat lama

6.       Aglomerasi: pengelompokan atau pemusatan fenomena geosfer. Contoh:  wilayah rawan macet saat puncak arus mudik terpusat di sekitar rest area, persimpangan, pasar, SPBU, dan gerbang tol

7.       Nilai kegunaan: potensi atau manfaat suatu fenomena geosfer. Contoh: wilayah Kabupaten Gunung Kidul Jogjakarta memiliki keindahan alam karst yang menawan sehingga dimanfaatkan sebagai obejk wisata alam alternative yang menarik banyak wisatawan

8.       Interpendensi/interaksi: hubungan sebab akibat antar fenomena geosfer. Contoh:  lapangan pekerjaan di desa yang minim membuat banyak penduduk desa yang berusia produktif pergi ke kota untuk mencari pekerjaan dan penduduk kota yang sudah jenuh dengan kondisi kota akan pindah ke desa untuk mencari ketenangan

9.       Diferensiasi area: membedakan karakteristik antar dua wilayah. Contoh: wilayah pantai utara jawa memiliki jenis tanah alluvial, sedangkan bagian tengah pulau jawa memiliki jenis tanah andosol

10.   Keterkaitan ruang: ruang atau lingkungan mempengaruhi makhluk hidup. Contoh: untuk dapar bertahan hidup di daerah gurun, tumbuhan kaktus memiliki daun berbentuk jarum untuk mengurangi penguapan.

PENDEKATAN GEOGRAFI

1.       Pendekatan keruangan atau spasial: mengkaji fenomena geosfer di satu ruang atau lokasi dengan satu aspek (fisik atau non fisik). Contoh: banjir di Jakarta terjadi karena curah hujan yang tinggi selama empat hari berturut-turut. Banjir merupakan aspek fisik dan curah hujan yang tinggi merupakan aspek fisik atmosfer. 1 lokasi + 1 aspek = pendekatan keruangan

2.       Pendekatan kelingkungan atau ecological: mengkaji fenomena geosfer di satu ruang melalui sebab-akibat atau hubungan timbal balik antara aspek fisik (alam) dengan aspek non fisik (manusia). Contoh: banjir di Jakarta terjadi karena alih fungsi lahan di sepanjang aliran sungai yang dijadikan sebagai tempat tinggal warga kelas bawah. Banjir merupakan aspek fisik dan alih fungsi lahan serta tempat tinggal warga merupakan aspek nonfisik. 1 lokasi + aspek fisik + aspek nonfisik = pendekatan kelingkungan

3.       Pendekatan kewilayahan atau kompleks wilayah: mengkaji fenomena di satu ruang dengan memperhatikan wilayah lainnya. Contoh: untuk mengatasi banjir di Jakarta, Gubernur DKI Jakarta berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Barat dan Gubernur Banten yang wilayahnya merupakan hulu dari berbagai sungai yang bermuara ke Jakarta. Terdapat lebih dari 1 wilayah = pendekatan kewilayahan

PRINSIP GEOGRAFI

1.       Prinsip distribusi atau persebaran: mengkaji persebaran fenomena geosfer yang tidak merata di banyak lokasi. Contoh : barang tambang minyak bumi terdapat di Plajur, Cilacap, Cepu, Tarakan, dan Sorong. Disebutkan banyak lokasi = prinsip persebaran

2.       Prinsip interelasi: mengkaji sebab akibat antara fenomena geosfer yang terjadi. Contoh: Indonesia rawan terjadi bencana alam karena berada di pertemuan lempeng dunia dan berada di jalur pegunungan api dunia  rawan bencana (akibat) dan pertemuan lempeng (sebab) = sebab akibat

3.       Prinsip deskripsi: menjelaskan fenomena geosfer dalam bentuk peta, table, grafik, dan diagram yang memuat data kuantitatif dan waktu secara detail. Contoh: gempa bumi berkekuatan 8,9 SR di selatan Provinsi Aceh pada tanggal 24 Desember 2004 memicu terjadinya tsunami yang menyebabkan lebih dari 200.000 jiwa meninggal dunia. Disebutkan data berupa waktu dan data kuantitatif kekuatan gempa serta jumlah korban jiwa

4.       Prinsip korologi: gabungan dari lebih dari dua prinsip geografi yang merupakan ciri dari geografi modern. Contoh gempa bumi berkekuatan 8,9 SR di selatan Provinsi Aceh pada tanggal 24 Desember 2004 memicu terjadinya tsunami yang menyebabkan lebih dari 200.000 jiwa meninggal dunia. Selain di Indonesia, tsunami juga memakan korban jiwa di berbagai negara seperti Thailand, Sri Langka, Bangladesh, India, dan negara-negara di pantai timur Afrika. Gabungan antara prinsip deskripsi dengan prinsip persebaran



FILE: MARET 2017


karya sari livery efisiensi


sinar jaya evolution feat jerliner


sinar jaya jerliner feat evolution 


sinar jaya jerliner feat evolution 


green white domba jetbus2+


logo green white


blue star new travego


warga baru kampung rambutan - subang livery dan model yang berbeda


trcuk hino sumatra telolet


new travego adiputro


stir mercedes benz oh 1525


stir mercedes benz oh 152 enam


new travego dan new marcopolo


new marcopolo


full blue star dari samping kanan


new marcopolo dan new travego dari depan


king tour aristo new armada


bis pariwisata by santoso


performa trans jetbus





widia jetbsu 2+


performa trans new marcopolo


bee buzz


bee buzz jetbus at museum listrik dan energi terbarukan tmii


bee buzz at jalan imam bonjol no. 1 museum perumusan teks proklamasi


haryanto


madu kismo


dieng indah putra legacy sr1 by gege trans


aja p milenium rs


madu kismo tambora


jaya ventura hino rg


gunung harta malang - poris jetbus shd


sinar jaya proteus


tri mulia skania


tameng skania restu ibu