Sunday, April 28, 2013

RUMUS : SKALA KONTUR, KONTUR INTERVAL, DAN KEMIRINGAN LERENG


Kontur adalah garis yang menunjukkan ketinggian yang sama,
Kontur interval adalah jarak di antara dua garis kontur.
Garis kontur menggunakan satuan meter.
Garis kontur biasanya terdapat pada peta topografi.

Ciri-ciri kontur:
  1. tidak berpotongan
  2. satu garis menunjjukan satu ketinggian
  3. garis kontur rapat = lereng terjal/curam
  4. garis kontur renggang = lereng landai
  5. angak kontur menunjukkan interval (CI)
  6. angka kontur dalam satuan meter
  7. lereng terjal cocok untuk wilayah konservasi/hutan dan PLTA
  8. lereng landai cocok untuk wilayah pemukiman, pertanian, dan jalur pendakian
Mencari skala peta dari garis kontur

Rumus:
Skala = CI x 2000 m

CI adalah kontur interval / beda tinggi yang didapat dari pengurangan angka ketinggian kontur di garis atas dikurangi angka ketinggian kontur di garis yangbawahnya.

Contoh:
Diketahui dari sebuah peta, selisih garis antar kontur adalah 100 meter. Berapa skala peta tersebut?
a. 1 : 100.000
b. 1 : 150.000
c. 1 : 200.000
d. 1 : 250.000
e. 1 : 300.000

Jawab:
CI = 100 meter
Skala = CI x 2000 m
         = 100 m x 2000 m
         = 200.000

Jadi skala peta tersebut adalah 1:200.000

Mencari kontur interval/beda tinggi (CI)

Rumus:
CI = 1/2000 x skala

Contoh:
Diketahui skala peta topografi adalah 1:100.000. Berapa beda tinggi antar kontur dalam peta tersebut?

a. 5 meter
b. 50 meter
c. 55 meter
d. 500 meter
e. 555 meter

Jawab:
CI = 1/2000 x skala
    = 1/2000 x 100.000
    = 50

Jadi, beda tinggi antar kontur dalam peta tersebut adalah 50 meter

Mencari tinggi kontur pada titik tertentu

Rumus:
d1/d2 x CI + tc atau
BC/AC x CI + tc

d1 =jarak B-C pada peta
d2 =jarak A-C pada peta
CI =kontur interval/beda tinggi]
tc =angka kontur C / di bawah jarak ke-1

Contoh:
Jarak antara kontur A ke kontur B pada peta adalah 5 cm, sedangkan jarak antara kontur B ke kontur C adalah 3 cm. Titik kontur A berketinggian 50 meter dan titik kontur C berketinggian 25 meter. Skala peta adalah 1:50.000. Berapa ketinggian kontur B pada peta tersebut?
a. 34,4 meter
b. 35,4 meter
c. 36,4 meter
d. 37,4 meter
e. 38,4 meter

Jawab:
Cari dahulu kontur intervalnya (CI)
CI = 1/2000 x skala
    = 1/2000 x 50.000
    =  25 meter

d1= B-C = 3 cm
d2 = A-C = (B-C) + (A-B) = 3 + 5 = 8  cm

Kx = d1/d2 x CI + tc
     = 3/8 x 25 meter + 25 meter
     =75/8 x 25 meter
     = 34,375 meter

Jadi, ketinggian titik B pada peta tersebut adalah 34,4 meter

Mencari beda tinggi dalam ]satuan persen (%)

Rumus:

Kemiringan lereng = Beda tinggi/jarak sebenarnya x 100 %

Contoh;
Diketahui titik kontur X berketinggian 225 meter dan titik Y berketinggiann 125 meter. Jarak antara X-Y pada peta dengan skala 1:50.000 adalah 4 cm. Berapa persen kemiringan lereng X-Y?
a. 25 %
b. 20 %
c. 15 %
d. 10 %
e. 5 %

Jawab:

Rumus: Beda Tinggi/jarak x 100 %

Beda tinggi X-Y = 225 - 125 meter
                         = 100 meter
                         = 10.000 cm

Jarak X-Y pada peta 4 cm
Jarak sebenarnya= jarak x skala
                         = 4 x 50.000
                         = 200.000 cm

Kemiringan Lereng X-Y adalah
= Beda tinggi / jarak x 100 %
= 10.000/200.000 x 100 %
=  5 %

Jadi, kemiringan lereng X-Y adalah 5 %

Contoh lagi:


Hitunglah kemiringan lereng titik A ke titik B

Rumus:

Cari dahulu kontur interval nya. CI = 125
Cari dahulu jarak sebenarnya. Js = Jp x skala = 4 x 250.000 = 10.000

Mencari kemeringan lereng dengan rumus:

Kontur tertinggi - kontur terendah / jarak sebenarnya x 100 %
400 - 25 / 10.000 x 100 %
375 / 100 %
3,75 %
Kemiringan lereng A ke B adalah 3,75 %


Mencari beda tinggi dalam satuan derajat

Rumus:

Kemiringan lereng = Beda tinggi/jarak x 1 derajat

Contoh soal sama seperti di atas. Hanya saja satuan persen (%) diganti dengan satuan derajat.


Mencari gradien ketinggian

Titik A berada pada ketinggian 200 meter dan titik B berada pada ketinggian 600 meter. Panjang A ke B adalah 2 cm dengan skala peta kontur 1 : 100.000. Berapa gradien ketinggian AB?

Rumus radien ketinggian :
Tangen a = y / x]

y = tinggi kontur AB
AB = 600 - 200 = 400 meter

x = panjang AB
PAB = 2 cm x skala
PAB = 2 cm x 100.000 cm
PAB = 200.000 cm = 2000 meter

Tangen a = y / x
Tangen a = 400 / 2000 = 0,2




Saturday, April 27, 2013

BENGKEL DAN TOKO AKSESORIS MOTOR GEDE

Bismillah....


Ngayun Speed Racing (NSR)

Jalan Panjang No. 88 D Kebon Jeruk, Jakarta Barat
Telepon 0818 7371 01 / 0856 9594 7868 (Ary)

Ngayun Speed Racing beroperasi sejak tahun 2004 ini menangani segala jenis moge asal Jepang seperti Kawasaki ER-6n melayani servis, tuning, upgrade maupun perbaikan body. Untuk moge keluaran Eropa, belum melayani servis mesin karena peralatannya belum lengkap dan hanya menerima perbaikan body kit saja. Untuk ketersediaan part peningkat perfoma moge, NSR menyediakan barang-barang ready stock seperti pigggyback (Bazzaz, Power Commander 5/PC5, Juice Box), Knalpot (Two Brother, Akrapovic, Leovince), hungger Versys, sein, cover radiator, spion, dan foglamp.

Layz Motor (LM)

Jalan Arteri Kelapa Dua No. 90 E, Kebon Jeruk, Jakarta Barat
Telepon 021 5366 3025 (Steven)

Toko aksesoris yang beroperasi sejak 2,5 tahun ini menjual berbagai macam part moge mulai dari kaki-kaki, body part, dan pernik-pernik pemanis tampilan moge dijual di sini. Untuk kaki-kaki ada pelek merk Wukawa, ban tapak lebar merek Pirelli, Battlax, dan Michelin, part body single seater, sok merek Ohlins, dan pernak-pernik moge seperti footstep, frame slider, stop lamp, handel ram/kopling. Selain menjajakan part aksesoris, LM juga melayani servis ringan dan tuning. Sedangkan bagi yang ingin meningkatkan performa mogenya, juga tersedia berbagai part peningkat tenaga moge.

Anjany Racing

Jalan Arteri Kelapa Dua No. 21 Kebon Jeruk, Jakarta Barat
Telepon 021 5367 9239 (Angga Kurniawan)

Anjany Racing melayani segala jenis moge dari servis ringan, tune up, korek harian, racing/balap hingga servis berat. Selain itu, Anjany Racing juga melayani blancing pelek moge dan menjual berbagai part pendongkrak tenaga untuk berbagai jenis moge seperti PC 5, Knalpot, ban, dan apparel berkendara(helm, sarung tangan, sepatu balap). Hingga saat ini bengkel Anjany Racing yang beroperasi sejak tahun 2001 juga turun balap di kelas 600 cc.

Aerospeed 47

Jalan H. Nawi No. 74 Jakarta Selatan
Telepon 021 7201 190 (Bibin Barlianto)

Rata-rata pelanggan yang mampir ke Aerospeed 47 merupakan pembesut moge Ducati. Hal ini dikarenakan bengkel ini sudah berpengalaman sejak tahun 2005 mengoprek moge Ducati. Namun, bengkel ini juga wellcome terhadap moge merek lain. Bengkel ini melayani semua pengerjaan perbengkelan seperti servis ringan, belah mesin, hingga perbaikan body moge. Bengkel ini juga memiliki mesin dynojet 250i untuk menganalisis performa moge.

Pro Bike

Jalan Panjang Arteri Kelapa Dua No. 88 A Kebon Jeruk, Jakarta Barat
Telepon -

Selain sebagai importir motor-motor buil up dan moge, Pro Bike juga melayani servis, tuning, dan perbaikan moge. Sedangkan untuk urusan part racing, Pro Bike menawarkan berbgai produk seperti knalpot Akrapovic, sok Ohlins, filter udara K & N dan BMC, dan piggyback PC 5. Untuk aksesoris moge antara lain engine guard, spion, swing arm, foot step dan berbagai aksesoris lain berlabel Rizoma.

Sphinx Motorsport (SM)

Poins Square Lt. 3 A No. 57
Jalan R.A. Kartini No. 1 Lebak Bulus, Jakarta Selatan
Telepon 021 7592 1370 / 021 7592 0075 (Budiman Terianto)

Gerai ini merupakan salah satu distributor part racing maupun aksesoris moge yang disuplai ke berbagai bengkel moge di seluruh Indonesia. Part pendongkrak tenaga yang dijual antara lain knalpot (Two Brother, Arrow, MIVV, SC Project), piggyback (Juice Box, Api Tech, PC 5), per koil, kampas kopling merek Barnett, piston (JE, CP), noken as, filter udara K & N, dan masih banyak lagi. Sedangkan aksesoris yang dijual antara lain pelek Wukawa, sok Ohlins dan Matris, sproket merek Driven, footstep (Nassert Beet, Sato Racing), windshield, dan beberapa apparel.

Jiester

Jalan Panjang Kebon Jeruk, Jakarta Barat
Telepon 021 5439 360 (Marchel)

Jiester menawarkan berbagai part performa dan aksesoris fasion asal Eropa. Namun, banyaknya pengguna Kawasaki ER -6 yang ingin tampil elegan, membuat produk asal Eropa tergusur. Jiester juga melayani seting mesin Kawasaki ER-6n.

Planet Motor (PM)

Jalan Otista Jakarta Timur
Telepon 021 8514 192 (Beni Andreas)

Sejak kemunculan Kawasaki ER-6 membuat PM memasukkan banyak part dan aksesoris impor dari Thailand. Selain warnanya yang ngejreng, aksesoris Thailand juga memiliki harga yang terjangkau dibandingkan produk Eropa. Part aksesoris Thailand yang banyak dijual bermerek Label Bikers dan Black Diamond. Sedangkan produk dari Eropa yang dijual di PM antara lain exhaust sistem dan wind shield.

Semoga bisa beli MOGE
Biar Cepat, Asal Selamat
Karena Semua, Ingin Selamat

Sumber
Tabloid OTOMOTIF, No.52/XXII, 25 April - 1 Mei 2013 Halaman 28

Thursday, April 25, 2013

JENIS ALAT DAN METODE KONTRASEPSI KELUARGA BERENCANA



Dalam dunia medis secara garis besar pemakaian alat-alat dan cara-cara kontrasepsi untuk menghindarkan pertemuan antara sel telur laki-laki dengan sel telur perempuan dalam hubungan seksual supaya tidak terjadi pembuahan atau melemahkan salah satu atau kedua sel telur tersebut. Selain cara medis di atas, terdapat juga cara-cara yang tidak memerlukan alat  perantara atau tindakan medis. Berdasarkan buku KB terdapat dua garis besar mengenai metode-metode KB yaitu (Amrah, 1986)

1.                  Alat-alat/cara kontrasepsi dengan alat atau benda/tindakan perantara
Metode pemakaian alat atau cara kontrasepsi dengan bantuan perantara seorang ahli medis dengan suatu tindakan fisik pada wanita atau laki-laki, yang dirasakan tindakan tersebut secara badaniah oleh yang bersangkutan.
2.                  Metode pantang berkala
Metode dengan memanfaatkan hari-hari subur dan tidak subur dalam badan seorang wanita dalam hubungan kelamin antara suami istri.

Golongan alat-alat/cara-cara kontrasepsi dengan benda atau tindakan perantara oleh ahli medis ini dapat dibagi lagi dalam dua macam, yaitu:
1.                  Bersifat tidak permanen
Alat atau cara ini hanya diterapkan apabila suami istri belum menghendaki kelahiran anak. Apabila sewaktu-waktu suami istri menghendaki kelahiran anak, pemakaian alat atau cara ini dihentikan.
2.                  Bersifat permanen
Cara atau alat ini memungkinkan pasangan suami istri tidak lagi mendapatkan keturunan, karena wanita atau pria yang bersangkutan telah distrelilisasikan (dimandulkan) dengan suatu tindakan pembedahan kecil.

Alat-alat/cara kontrasepsi dengan benda/tindakan perantara
1.                  Bersifat tidak permanen
a.                   Spiral atau IUD (Intra Uterine Devices)
Alat yang melingkar-lingkar ini seperti ini terbuat dari bahan semacam plastik atau sejenisnya, dimasukkan oleh ahli medis atau perawat terlatih dengan alat khusus melalui alat kemaluan wanita ke dalam rongga rahim. Berfungsi secara mekanis mencegah kehamilan pada wanita meskippun telah melakukan hubungan suami istri dan terjadi pembuahan sel telur.
b.                  Kondom
Alat ini terbuat dari karet yang sangat tipis yang dapat membesar menurut alat kelamin laki-laki, dipakai laki-laki sebelum melakukan hubungan suami istri. Air mani dari laki-laki yang keluar dari alat kemaluannya tetap tinggal dalam kondom, tidak masuk dalam rongga rahim perempuan sehingga sel telur laki-laki dan sel telur perempuan tidak dapat bertemu.
c.                   Diafragma atau pesserium (penutup pintu rahim/cerviks)
Alat ini terbuat dari karet yang tebal berbentuk seperti topi atau cincin yang menutup pintu rahim secara elastis sehingga sel telur laki-laki tidak dapat memasuki rongga rahim sehingga tidak terjadi pembuahan. Diafragma dipakai wanita sebelum melakukan hubungan suami istri dan biasanya diikuti dnegan pemakaian cairan agak kental (kanji, agar-agar) ke dalam alat kelamin wanita supaya tutupan mulut rahim lebih rapat dan rapih. Sebelum diafragma dibuka setelah hubungan suami istri, alat kelamin wanita dibersihkan dengan obat (chinine) untuk membersihkan rongga rahim dari air mani laki-laki yang mungkin masih mengandung sel telur yang subur.
d.                  Pil atau suntikan
Pil-pil tablet atau suntikan-suntikan yang mengandung zat-zat kimia apabila diminum atau disuntukkan akan mencegah untuk jangka waktu tertentu pelepasan sel telur laki-laki dan sel telur perempuan tidak terjadi pembuahan. Pil-pil tablet atau suntikan tersebut harus dibeli dengan resep dokter dan penggunaannya harus dengan petunjuk dokter untuk mencegah over dosis. Apabila penggunaan pil atau suntik dihentikan, indung telur akan bekerja biasa lagi dan hubungan seksual suami istri mudah menghasilkan keturunan.
e.                  Coitus interruptus (jimak atau seggama azal)
Suatu cara yang menurut ahli-ahli kedokteran juga terpakai ialah dengan tidak memakai sesuatu benda perantara, tetapi berjaga-jaga dalam hubungan seksual suami istri. Saat air mani akan keluar dari alat kelamin laki-laki, pria yang bersangkutan secara tepat waktu mengeluarkan alat kelaminnya dari alat kelamin wanita, sehingga air mani itu tidak masuk ke rahim wanita.

Kehadiran suatu benda dalam alat kelamin wanita atau pria sewaktu terjadi hubungan seksual suami istri menghilangkan konsentrasi pikiran dan kesempurnaan pada hubungan itu sendiri karena suami istri harus dapat menguasai gerak-geriknya dalam hubungan seksual agar tidak terjadi pergeseran-pergeseran dari alat-alat yang dipakai. Sehingga dapat menyebabkan alat tersebut tidak berfungsi secara efektif.

2.                  Cara kontrasepsi yang brsifat permanen
a.                   Pemandulan (sterilisasi) wanita yang disebut tubektomi
Pengikatan atau pemutusan saluran yang menghubungkan indung telur ( sumber sel-sel telur wanita) dengan rongga rahim.
b.                  Pemandulan (sterilisasi) laki-laki yang disebut vasektomi
Pemutusan saluran yang menghubungkan saluran yang memproduksi sel telur laki-laki dengan alat kelamin laki-laki yang mengeluarkan sel-sel telur tersebut saat berhubungan seksual.
Tindakan pemandulan ini adalah tindakan teknis medis yang harus dilakukan oleh ahli kedokteran dalam bidang ini. Tindakan ini merupakan pekerjaan pembedahan kecil yang memerlukan kecermatan dan ketelitian khusus untuk menghindari komplikasi-komplokasi yang dapat merugikan kesehatan. Cara ini dilakukan pada mereka yang sungguh-sungguh karena alasan kesehatan atau alasan tidak ingin mendapatkan keturunan lagi. Sekali tindakan ini dilakukan maka tindakan ini bersifat permanen dan saluran vital yang telah diputuskan sangat sulit untuk dikembalikan seperti semula.

Wednesday, April 24, 2013

VULKANISME : JALUR PEGUNUNGAN, BENTUK GUNUNG, MATERIAL PASCA-VULKANIK, MANFAAT GUNUNG BERAPI

Persebaran gunung berapai di Indonesia


Di Indonesia terdapat 128 gunung aktif, tujuh puluh diantaranya pernah meletus atau menunjukkan aktivitasnya. Indonesia dilalui oleh tiga jalur pegunungan yang membentuk  Kepulauan Indonesia yaitu sistem pegunungan Sunda, sistem pegunungan Asia Timur, dan sistem pegunungan Australia Timur. Ketiga jalur pegunungan tersebut bertemu dan bertabrakan di sekitar Laut Banda karena adanya batuan yang masiff dan tua sehingga lempeng tersebut terhenti.


  1. Sistem pegunungan Sunda bagian dari Sirkum Mediterania meliputi fuatcepat : Arakan Yoma (Myanmar) - Sumatera - Jawa - Bali - Lombok - Sumbawa - Flores - Solor - Alor - Wetar - Damar - Nila - Serua - Manuk - Kep. Banda.
  2. Sistem pegunungan Asia Timur bagian dari Sirkum Pasifik meliputi : Kamsyata - Kep. Kuril - Kep. Jepang - Taiwan - Philipina dan kemudian bercabang antara lain cabang P. Luzon - P. Palawan - Serawak - Peg. Kapuas, cabang Kep. Sulu - Peg. Pantai Timur Kalimantan - Peg. Meratus (Kal-Sel), dan cabang P. Samar - P. Mindanau - Kep. Sangkir (Sul-Ut) - Kep. Talaud (Sul-Teng).
  3. Sistem pegunungan Australia Timur meliputi fuatcepat : New Zealand - Australia Timur - New Caledonia - Kep. Bismarck - Papua Nugini - Peg. Jaya Wijaya - Kep. Maluku - Halmahera - Morotai.
Vulkanisme adalah peristiwa keluarnya magma dari dalam bumi. Sedangkan plutonisme adalah peristiwa mendekatnya magma ke permukaan bumi. Proses vulkanisme dibagi menjadi dua yaitu ekstrusi dan intrusi. Ekstrusi ialah keluarnya magma dari perut bumi ke permukaan bumi melalui letusan gunung berapi yang membentuk batuan beku luar, sedangkan intrusi adalah perrgerakan magama dari perut bumi menuju siil, dike, atau lakolith yang membentu batuan beku dalam.

Proses keluarnya vulkanisme
Magma (batholith) > Lava (kawah) > Lahar (permukaan bumi)


Penampang melintang gunung berapi
Sumber: indiana.edu

Keterangan:
  1. Batholith : tempat bersarangnya magma (dapur magma) yang jauh di dalam kulit bumi (astenosfer) copipaste.
  2. Latolith : tempat bersarangnya magma yang menyusup di antara lapisan-lapisan kulit bumi dengan bentuk seperti kubah.
  3. Sill : lapisan magma yang menyusup sejajar di antara lapisan-lapisan kulit bumi.
  4. Dike / Gang : lapisan magma yang menyusup melintang di antara lapisan-lapisan kulit bumi.
  5. Diaterma : batuan pengsisi pipa letusan yang bebentuk silinder mulai dari dapur magma hingga permukaan bumi.
  6. Aphophyse : suatu intrusi yang bercabang banyak seperti menjari.
  7. Lopolith : batuan beku intrsusi yang mendesak lapisan di atas dan di bawahnya sehingga membentuk bikonveks (kue dorayaki)
  8. Pacolith : batuan beku intrusi yang mendesak lapisan di bawahnya sehingga membentuk cekungan.
Bentuk-bentuk gunung berapi
1. Perisai

 

Letusan G. Mauna Loa, Hawaii yang berbentuk perisai
  • lava yang dikeluarkan sangat cair dan encer
  • letak dapur magma sangat dekat dengan permukaan bumi
  • ledakannya/tekanan gas lemah disertai leleran lava(erupsi efusif)
  • bentuk lereng gunung sangat landai seperti perisai
  • lava membeku sangat lambat
  • sering disebut gunung berapi lava, karena terbentuk oleh lava saja
  • banyak terdapat di Kep. Hawaii contoh G. Kilioula dan G. Mauna Loa

 2. Maar


Kawah Tengger, Pasuruan hasil letusan G. Tengger
  • letusan dahsyat hanya sekali saja
  • letak dapur magma jauh dari permukaan bumi
  • bentuk lereng gunung seperti travesium
  • letusan/tekanan gas kuat disertai ledakan (erupsi eksplosif)
  • hasil letusan membentuk kaldera/kawah
  • contohnya letusan G. Tengger, G. Toba Purba, G. Tambora
3. Strato
Semeru, gunung tertinggi di P. Jawa yang berbentuk strato
sumber: www.idrn.info
  • lereng gunung berbentuk kerucut
  • sifatnya berlapis-lapis hasil endapan bahan letusan
  • letusan/tekanan gas campuran yang saling bergantian (efusif dan eksplosif)
  • letusan terjadi berulang-ulang
  • letak dapur magma jauh dari permukaan bumi
  • banyak terdapat di Indonesia
  • contohnya G. Merapi, G. Semeru, G. Galalama, G. Kerinci

Sifat-sifat gunung berapi
  1. Aktif : gunung api yang tiap kali meletus atau menunjukkan gejala meletus seperti Gunung Merapi, Jogja.
  2. Istirahat : gunung api yang untuk sementara tenang (tidak menunjukkan kegiatan), tetapi pada saat tertentu akan aktif kembali seperti G. Galalama, Sulawesi.
  3. Mati : gunung api yang belum atau tidak pernah menunjukkan kegiatan dan gejala meletus seperti G. Sumbing dan G. Sindoro, Jawa Teengah.

Material yang dikeluarkan gunung berapi pada saat terjadi erupsi
  1. Efflata : berbentuk padat seperti bom (batu besar), kerikil (diameter 1cm), lapilli (diameter 0,5cm), pasir (diameter 2mm), dan debu vulkanik/tuff.
  2. Effusiva : berbentuk cair seperti geyser (air panas yang memancar), air makdani (air panas yang mengandung mineral), dan lahar dingin.
  3. Exhalasi : berbentuk gas seperti Mofet CO2 (gas asam arang), Solfatara H2S (gas belerang), dan Fumarol H2S (uap air panas).
Manfaat gunung berapi
  1. bahan letusannya dapat menyuburkan tanah (tanah andosol, tanah tuff, tanah vulkanik), karena banyak mengandung unsur mineral.
  2. kepundan gunung berapi banyak mengeluarkan belerang yang bermanfaat untuk industri obat-obatan dan industri kimia.
  3. terdapat sumber air panas dan mineral untuk pemandian dan pengobatan penyakit.
  4. pegunungan dan gunung dapat memaksa copipaste angin untuk naik sehingga menurunkan hujan orografis.
  5. relief yang terjal memungkinkan terbentuknya air terjun untuk pembangkit listrik.
  6. keindahan alam pegunungan dimanfaatkan sebagai objek wisata.
Semoga Bermanfaat
CMIWW


Daftar Bacaan:
Diding Kusmadi, Pudjotaruno. 1982. Geomorfologi Indonesia. Jakarta: Jurusan Geografi
IKIP Jakarta. 
Sugiyanto, Danan Endarto. 2006. Mengkaji Ilmu Geografi 1. Solo: Paltinum.
Tri Haryanto, Winarni. 2010. Detik-Detik Ujian Nasional Geografi. Klaten : Intan Pariwara.

Monday, April 22, 2013

RUMUS DAN CONTOH SOAL KLASIFIKASI IKLIM MENURUT SCHMIDT-FERGUSON

Klasifikasi iklim menurut Schmidt-Ferguson berdasarkan jumlah rata-rata bulan basah dan bulan kerring. Bulan basah adalah bulan dengan rata-rata curah hujan dalam satu bulan kurang dari 60 mm/bln. Sedangkan bulan basah adalah bulan dengan rata-rata curah hujan dalam sebulan lebih dari 100mm/bln. Curah hujan rata-rata perbulan 60-100mm/bln diabaikan.

Klasifikasi iklim menurut Schmidt-Ferguson dilambangkan dengan nilai Q. Nilai Q diperoleh dari hasil pembangian jumlah bulan kering dibagi jumlah bulan basah dikali 100 %.


Rumus:

Q = Jumlah bulan kering / Jumlah bulan basah x 100 %

Setelah diketahui nilai Q yang diperoleh dari hasil pembangian jumlah bulan kering dibagi jumlah bulan basah. Langkah berikutnya dalah mencari nilai Q dalam tabel klasifikasi  nilai Q menurut tipe iklim Schmidt-Ferguson.


Tabel tipe iklim menurut Schmidt-Ferguson



Tipe Iklim Nilai Q Keterangan

A 0,000 - 0,143 Sangat basah

B 0,143 - 0,333 Basah

C 0,333 - 0,600 Agak basah

D 0,600 - 1,000 Sedang

E 1,000 - 1,670 Agak Kering

F 1,670 - 3,000 Kering

G 3,000 - 7,000 Sangat kering

H > 7,000 Luar biasa kering
Contoh 1 Mudah:


Sebuah kota memiliki jumlah bulan kering sebanyak 3 bulan dan jumlah bulan basah sebnyak 6 bulan. Menurut Schmidt-Ferguson, tipe kota tersbut adalah tipe iklim?

a. basah
b. agak basah
c. sedang
d. agak kering
e. kering

Jawab:

Q = jmlh bulan kering / jmlh bulan basah x 100 %
Q = 3 / 6 x 100 %
Q = 0,5 x 100 %
Q = 50 %
Q = 0,5 ( dijadikan angka desimal)

Lihat tabel tipe iklim menurut Schmidt-Ferguson, angka Q=0,5 terdapat pada tipe iklim C yaitu antara 0,333 - 0,600. Jadi, klasifikasi iklim kota tersebut menurut Schmidt-Ferguson adalah tipe iklim C = agak basah


Contoh 2 Sedang:


Perhatikan tabel curah hujan di bawah ini: (mm/bln)

Januari   120                Juli              35
Pebuari  110                Agustus       40
Maret      80                September  101
April       70                 Oktober     109
Mei         45                 Nopember  130
Juni         50                 Desember  160
Berdasarkan data di atas, menurut Schmidt-Ferguson kota tersebut memiliki tipe iklim?
a. A
b. B
c. C
d. D
e. E

Jawab:

Jumlah bln kering (curah hujan <60mm/bln) = 4 bln
Jumlah bln basah (curah hujan >100mm/bln) = 6 bln

Q = jmlh bln kering / jmlh bln basah x 100 %

Q = 4 / 6 x 100 %
Q = 0,667 x 100 %
Q = 66,7 %
Q = 0,667


Lihat tabel tipe iklim menurut Schmidt-Ferguson, angka Q=0,667 terdapat pada tipe iklim D yaitu antara 0,666 - 1,000. Jadi, klasifikasi iklim kota tersebut menurut Schmidt-Ferguson adalah tipe iklim D = sedang.


SEMOGA BERMANFAAT

CMIIW

Saturday, April 13, 2013

TEORI PEMBENTUKAN TATA SURYA (SMA-UN)

Tata surya adalah kumpulan bintang (matahari), planet-planet, komet, asteorid, satelit, serta semua benda angkasa lainnya di bawah pengaruh grafitasi matahari dan bergerak mengelilingi matahari.

1. Teori Kabut I (Nebula) oleh Imanuel Kant
Tata surya terbentuk dari gumpalan kabut dari berbagai gas,
gumpalan kabut berpilin lambat,
gas-gas yang berukuran besar menarik gas-gas yang berukuran kecil,
gumpalan gas mirip cakram dan memampat di bagian tengah,
masssa gas yang besar akan menjadi Matahari,
sedangkan massa gas yang di tepi suhunya menurun dan mengalami penyusutan yang nantinya akan membentuk planet-planet.

2. Teori Kabut II (Nebula) oleh de Laplace
tata surya terbentuk dari gumpalan kabut panas berpilin,
kabut panas tersebut menyusut membentuk bola gas panas yang terus berputar semakin cepat,
terjadi pemampatan di kedua kutub dan melebar di bagian ekuator,
massa gas di ekuator semakin menjauhi bola gas utama (matahari),
membentuk bola-bola gas yang lebih kecil (planet).

3. Teori Awan Debu (Proto Pranet) oleh Von Weizsacher dan Kuiper
tata surya terbentuk dari gumpalan gas dan debu,
salah satu gumpalan gas memampat dan menarik partikel debu membentuk gumpalan bola pilinan,
gumpalan bola pilinan memipih berbentuk cakram,
di bagian tengahnya melebar bersuhu panas danbercahaya (matahari),
sedangkan bagian tepi cakram berpilin lebih cepat membentuk gumpalan-gumpalan bola kecil (planet).

4. Teori Pasang Surut oleh Buffon, James dan Jeffry
tata surya terbentuk dari gumpalan matahari yang terlempar keluar karena ditabrak oleh meteor (versi Buffon),
tata surya terbentuk dari efek gas-gas matahari,
akibat pengaruh gravitasi bintang besar yang melintasi matahari,
gas-gas panas matahari keluar/ditarik berbentuk cerutu,
gas tersebut membentuk bola-bola gas kecil yang menegelilingi matahari (planet).

5. Teori Planetisimal oleh Moulton - Chamberlin
tata surya terbentuk ketika sebuah bintang melintas di dekat matahari dengan sangat cepat,
akibat daya tarik pasang surut yang besar menyebabkan massa gas yang besar terlepas dari matahari dan mulai mengorbit,
massa gas tersebut mendingin dan memadat menjadi planet.

6. Teori Bintang Kembar oleh Lyttleton
tata surya terbentuk dari bintang kembar,
bintang tersebut bertabrakan sehingga bintang lainnya meledak,
karena gravitasi dari bintang utama (matahri),
maka partikel-partikel gas sisa ledakan mendingin dan membentuk gumpalan-gumpalan planet.


rujukan:
Bambang Hermanto. 2012. Super Trik! Geografi SMA. Jakarta PT. Buku Seru.
Tri Haryanto, Winarti. 2010. Detik-Detik Ujian Nasional Geografi.  Klaten: Intan Pariwara.

Saturday, April 6, 2013

PERSEBARAN WILAYAH KONSERVASI

Bismillah....

Konservasi adalah pelestarian atau perlindungan. Secara harfiah, konservasi berasal dari bahasa Inggris, (Inggris)Conservation yang artinya pelestarian atau perlindungan (http://id.wikipedia.org/wiki/Konservasi). Sedangkan menurut ilmu lingkungan, Konservasi adalah :
  • Upaya efisiensi dari penggunaan energi, produksi, transmisi, atau distribusi yang berakibat pada pengurangan konsumsi energi di lain pihak menyediakan jasa yang sama tingkatannya.
  • Upaya perlindungan dan pengelolaan yang hati-hati terhadap lingkungan dan sumber daya alam
  • (fisik) Pengelolaan terhadap kuantitas tertentu yang stabil sepanjang reaksi kiamia atau transformasi fisik.
  • Upaya suaka dan perlindungan jangka panjang terhadap lingkungan
  • Suatu keyakinan bahwa habitat alami dari suatu wilayah dapat dikelola, sementara keaneka-ragaman genetik dari spesies dapat berlangsung dengan mempertahankan lingkungan alaminya.

Konservasi lingkungan hidup adalah perlindungan lingkungan hidup supaya terhindar dari kerusakan akibat pemanfaatan yang tidak sesuai dengan kemampuan / daya dukung lingkungan tersebut.

Konservasi kawasan dan keanekaragaman hayati meliputi pengelolaan dan pendayagunaan kawasan konservasi serta pemberdayaan masyarakat sekitar taman nasional, taman wisata, taman hutan raya, kawasan suaka alam, hutan lindung dan taman buru.

Konservasi keanekaragaman hayati meliputi konservasi jenis dan genetik, konservasi ekosistem esensial, pengembangan lembaga konservasi, penangkaran tumbuhan dan satwa liar, tertib peredaran tumbuhan dan satwa liar (dephut.go.id).

Berdasarkan ketentuan UU No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutan, terdapat 3 klasifikasi hutan berdasarkan fungsinya, yaitu hutan knservasi, hutan lindung, dan hutan produksi.


HUTAN KONSERVASI

Hutan Konservasi adalah kawasan hutan dengan ciri khas tertentu yang mempunyai fungsi pokok pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya.
Hutan konservasi terdiri dari :
  • Kawasan hutan Suaka Alam (KSA) berupa Cagar Alam (CA) dan Suaka Margasatwa (SM);
  • Kawasan hutan Pelestarian Alam (KPA) berupa Taman Nasional (TN), Taman Hutan Raya (TAHURA) dan Taman Wisata Alam (TWA); dan
  • Taman Buru (TB).
Kawasan hutan Suaka Alam (KSA) adalah hutan dengan ciri khas tertentu, yang mempunyai fungsi pokok sebagai kawasan pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya, yang juga berfungsi sebagai wilayah sistem penyangga kehidupan.
Masing-masing bagian dari KSA dijelaskan lebih lanjut sebagai berikut :
  • CAGAR ALAM (CA) adalah kawasan suaka alam yang mempunyai ciri kekhasan tumbuhan, satwa dan ekosistemnya atau ekosistem tertentu yang perlu dilindungi untuk kepentingan ilmu pengetahuan dan kebudayaan dan perkembangannya berlangsung secara alami.
    1. Cagar Alam Sibolangit di Sumatera Utara bagian timur. Di daerah ini dilindungi berbagai macam tumbuhan khas dataran rendah pantai, antara lainpohon lebah yang sangat tinggi dan bunga bangkai.
    2. Cagar Alam Rafflesia di Provinsi Bengukulu. Tanaman yang dililindungi adalah bungai bangkai Rafflesia Arnoldi terbesar di dunia.
    3. Cagar Alam Limpopati di Provinsi Sumatera Barat. Satwa yang dilindungi adalah tapir dan siamang.
    4. Cagar Alam Pulau Moyo di Provinsi NTB. Satwa yang dilindungi adalah sapi liar, banteng, rusa, babi hutan, burung kakak tua, dan ayam hutan.
    5. Cagar Alam Arjuno Lalijiwo di Provinsi Jawa Timur. Daerah ini adalah dataran tinggi Gunung Arjuna dengan ketinggian 2.600 mdpl. Tanaman yang dilindungi yaitu berbagai flora Alpina dan cemara sebagai hutan alam.
    6. Cagar Alam Pananjung-Pangandaran di Provinsi Jawa Barat. Satwa yang dilindungi adalah banteng dan rusa.
    7. Cagar Alam Cibodas di Provinsi Jawa Barat. Kawasan ini adalah cadangan hutan pegunungan hujan tropis dengan daerah yang basah atau sering hujan.
    8. Cagar Alam Pulau Dua di Provinsi Banten. Di wilayah ini banyak terdapat jenis-jenis burung laut sehingga sering disebut Kerajaan Burung.  
    9. Cagar Alam Ujung Kulon di Provinsi Banten. Satwa yang dilindungi adalah badak bercula satu, banteng, babi hutan, buaya dan berbagai jenis burung.
    10. Cagar Alam Pulau Kaget di Provinsi Kalimantan Selatan. Satwa yang dilindungi dan sekaligus menjadi maskot provinsi ini adalah bekantan.
    11. Cagar Alam Gunung Kentawan di Provinsi Kalimantan Selatan. Sebagai kawasan konservasi untuk melindungi angrek alam, owa-owa (Hylobatus Muelleri), bekantan dan beberapa jenis burung.
    12. dan masih banyak lagi cagar alam lainnya. (lihat http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_cagar_alam_di_Indonesia )
     

  • SUAKA MARGASATWA (SM) adalah kawasan suaka alam yang mempunyai ciri khas berupa keanekaragaman dn atau keunikan jenis satwa bagi ilmu pengetahuan dan kebudayaan dan kebanggaan nasional yang untuk kelangsungan hidupnya dapat dilakukan pembinaan terhadap habitatnya.
    1. Suaka Margasatwa Gunung Lauser di Provinsi NAD. Satwa yang dilindungi antara lain orang utan, gajah, badak sumatera, tapir, harrimau, rusa, dan berbagai jenis burung.
    2. Suaka Margasatwa Way Kambas di Provinsi Lampung. Satwa yang dilindungi antara lain gajah sumatera, rusa, dan babi hutan.
    3. Suaka Margasatwa Pulau Komodo di Provinsi NTT. Satwa yang dilindungi antara lain komodo, biawak, rusa, babi hutan, anjing hutan, burung kakak tua, kerbau liar, dan ayam hutan.
    4. Suaka Margasatwa Baluran di Provinsi Jawa Timur. Satwa yang dilindungi adalah banteng, kerbau liar, burung merak, kera, lutung, babi hutan, dan ayam hutan.
    5. Suaka Margasatwa Pelahari di Provinsi Kalimantan Selatan. Sebagai kawasan konservasi untuk melindungi Beruang Madu (Helarctus Malayanus), Kuwau (Argusianus Argus), Pecuk Ular (Cervus Unicolor), dan Kijang Pelaihari (Muntiacus Pleiharicus).
    6. Suaka Margasatwa Pelahari Tanah Laut di Provinsi Kalimantan Selatan. Sebagai kawasan konservasi untuk melindungi bekantan, burung raja udang (Palargopsis Capengis), rusa sambar, dan biawak (Varanus Salvator). 
    7. Suaka Margasatwa Tanjung Puting Kotawaringin di Provinsi Kalimantan Tengah. Sebagai kawasan konservasi hutan dan satwa berupa orang utan kalimantan.
    8. Suaka Margasatwa Pulau Kaget di Provinsi Kalimantan Selatan. Sebagai kawasan konservasi untuk melindungi Bekantan (Nasalis Larvatus), Kera Abu-abu (Macaca Fasicularis) dan lain-lain.
    9. Suaka Margasatwa Nantu di Provinsi Gorontalo. Satwa yang dilindungi di antaranya Babirusa (Babyrousa babyrussa), Anoa (Bubalus depressicornis), Monyet Sulawesi (Macaca heckii), Tarsius (Tarsius spectrum), Babi Hutan (Sus celebensis), serta 90 jenis burung yang 35 jenis di antaranya adalah khas Sulawesi.   
    10. Suaka Margasatwa Membramo Foja di Provinsi Papua. Satwa yang dilindungi antara lain kupu-kupu hitam-putih, katak pinokio berhidung panjang, pergam (merpati) kaisar, kelelawar kembang baru (Syconycteris sp nov), tikus pohon kecil (Pogonomys sp nov), semak belukar berbunga (Ardisia hymenandroides), dan walabi kecil (Dorcopsulus sp nov).
    11. Suaka Margasatwa Pulau Venu di Provinsi Papua Barat. Satwa khas yang dilindungi adalah Cendrawasih Botak (Cicinnurus respublica).
    12. dan masih banyak lagi suaka margasatwa lainnya di Indonesia. ( lihat http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_suaka_margasatwa_di_Indonesia
Kawasan hutan Pelestarian Alam (KPA) adalah hutan dengan ciri khas tertentu, yang mempunyai fungsi pokok perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa, serta pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya
Masing-masing bagian dari KPA dijelaskan lebih lanjut sebagai berikut :
  • TAMAN NASIONAL (TN) adalah kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk keperluan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, penunjang budidaya tumbuhan dan atau satwa, pariwisata dan rekreasi. Pengelolaan Kawasan Taman Nasional dilakukan oleh Pemerintah.
  • TAMAN HUTAN RAYA (TAHURA) adalah kawasan pelestarian alam untuk tujuan koleksi tumbuhan dan atau satwa yang alami atau bukan alami, jenis asli atau bukan jenis asli yang dimanfaatkan bagi kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, penunjang budidaya tumbuhan dan atau satwa, budaya, pariwisata dan rekreasi. Pengelolaan Kawasan Taman Hutan Raya dilakukan oleh Pemerintah.
  • TAMAN WISATA ALAM (TWA) adalah kawasan pelestarian alam dengan tujuan utama untuk dimanfaatkan bagi kepentingan pariwisata dan rekreasi alam. Pengelolaan Kawasan Taman Wisaha Alam dilakukan oleh Pemerintah.
  • TAMAN BURU (TB) adalah kawasan hutan yang di tetapkan sebagai tempat wisata berburu.
Sampai dengan tahun 2002, komposisi hutan konservasi di seluruh Indonesia yang ada di daratan dan laut diuraikan pada Tabel-5 di bawah ini :

Tabel-1. Komposisi Hutan Konservasi di Seluruh Indonesia Sampi Dengan Tahun 2002 
Jenis Hutan Konservasi
Konservasi Darat
Konservasi Laut
 
Unit
Luas
Unit
Luas
Cagar Alam
169
2.683.898
8
211.555
Suaka Margasatwa
52
3.526.343
3
65.220
Taman Wisata
84
282.086
18
765.762
Taman Buru
14
225.993
-
-
Taman Nasional
35
11.291.754
6
3.680.936
Taman Hutan Rakyat
17
334.336
-
-
 
 
 
 
 
Total
371
18.344.410
35
4.723.474
 sumber: http://www.dephut.go.id/informasi/statistik/stat2002/phka/phka.htm


Perlindungan hutan meliputi pengamanan hutan, pengamanan tumbuhan dan satwa liar, pengelolaan tenaga dan sarana perlindungan hutan dan penyidikan.
Perlindungan Hutan diselenggarakan dengan tujuan untuk menjaga hutan, kawasan hutan dan lingkungannya, agar fungsi lindung, fungsi konservasi dan fungsi produksi dapat tercapai secara optimal dan lestari. Perlindungan hutan ini merupakan usaha untuk :
  1. Mencegah dan membatasi kerusakan hutan, kawasan hutan dan hasil hutan yang disebabkan oleh perbuatan manusia, ternak, kebakaran, bencana alam, hama serta penyakit.
  2. Mempertahankan dan menjaga hak-hak negara, masyarakat dan perorangan atas hutan, kawasan hutan, hasil hutan, investasi serta perangkat yang berhubungan dengan pengelolaan hutan.
Penanggulangan kebakaran hutan meliputi pengembangan sistem penanggulangan kebakaran, deteksi dan evaluasi kebakaran, pencegahan dan pemadaman kebakaran, dan dampak kebakaran.

Semoga Bermanfaat
Semangat Berbagi

Bahan bacaan:
http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_suaka_margasatwa_di_Indonesia
http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_cagar_alam_di_Indonesia
http://sdkartikalimaduabjm.wordpress.com/2010/11/15/flora-fauna-kalimantan-selatan/
http://id.wikipedia.org/wiki/Konservasi
www.dephut.go.id/informasi/statistik/stat2002/phka/phka.htm
http://nantuforest.gorontalofamily.org/tentang-kami.html
http://forum.upi.edu/index.php?topic=17964.0
http://dhony-syach.blogspot.com/2010/12/burung-kasuari-maskot-papua-barat.html