Friday, August 30, 2013

TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN SUATU NEGARA



Tahapan perkembangan negara tersebut menurut Walt Whitman 
Rostow, seorang ekonom dari Amerika Serikat, dalam bukunya yang berjudul Stages of Economic Growth (Tahapan-Tahapan Pertumbuhan Ekonomi) terbagi menjadi lima tahapan, dengan nama dan ciri-ciri berikut ini.

a. Tahap Masyarakat Tradisional (Traditional Society Stage)


Dicirikan dengan:

1) kondisi masyarakat yang belum produktif

2) cara berproduksi dan pola perekonomian yang 
dijalankan masih tradisional

3) sistem dan pola kerja yang telah ada masih 
bersifat tradisi/turun temurun

4) perekonomian dilakukan untuk memenuhi 
kebutuhan sendiri (belum berorientasi pasar)

5) mata pencaharian masyarakat di sektor pertanian.



b . Tahap Prakondisi Lepas Landas (Precondition 
for Take Off Stage)


Dicirikan dengan:

1) terjadi perubahan pola kerja dan sistem di segala 
bidang, baik sosial, ekonomi, budaya, dan politiknya

2) sudah mengenal dan menggunakan teknologi untuk lebih 
produktif dan efisien

3) sudah muncul kesadaran menabung yang lebih produktif di 
lembaga-lembaga keuangan 

4) kegiatan perekonomian terus bergerak ke arah kemajuan.


c . Tahap Lepas Landas (Take Off Stage)


Dicirikan dengan:

1) semakin berkembangnya usaha-usaha produksi

2) terciptanya berbagai pembaruan yang lebih produktif dan efisien 
di segala bidang

3) sektor produksi merupakan sektor dominan yang memacu 
pertumbuhan ekonomi serta

4) semakin meningkatnya pendapatan perkapita dan pendapatan 
nasional.


d . Tahap Gerak Menuju Kematangan (Drive for Maturity Stage)


Dicirikan dengan:

1) sektor ekonomi mengalami pertumbuhan yang terus-
menerus

2) penggunaan teknologi modern pada masyarakat 
semakin meluas

3) semakin mantapnya struktur ekonomi negara

4) negara mampu mengin estasikan pendapatan 
nasionalnya serta

5) industri modern semakin berkembang, terutama 
industri yang padat modal.


e. Tahap Konsumsi Massa Tinggi (Age of High Mass 
Consumption Stage)


Dicirikan dengan:

1) semakin meningkatnya pendapatan masyarakat, 
sehingga mampu memenuhi kebutuhan hingga pada tingkat pemenuhan kebutuhan sekunder bahkan tersier


2) perkembangan industri mencapai tahap tertinggi dengan kemampuan sumber daya manusia yang sudah mencapai taraf ahli.




Sumber: Fattah, S; dkk. 2008. Buku BSE: Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas IX SMP/MTS. Jakarta: Penerbit CV. Teguh Karya untuk Departemen Pendidikan. hlmn 6-8

CIRI-CIRI NEGARA MAJU DAN NEGARA BERKEMBANG

Penggolongan suatu negara menjadi negara maju atau berkembang dapat diketahui berdasarkan indikator-indikator hasil copas berikut.
A. Indikator kuantitatif (data yang dapat dihitung), misalnya:
1) jumlah dan kepadatan penduduk
2) tingkat pertumbuhan penduduk
3) angka beban tanggungan
4) angka beban tanggungan dan
5) usia harapan hidup.

B. Indikator kualitatif (data yang hanya dapat dibandingkan), misalnya:
1) etos kerja dan pola pikir 4) tingkat kesehatan
2) tingkat pendidikan 5) pendapatan dan
3) mata pencaharian 6) kesadaran hukum.

Ciri-Ciri Negara Berkembang

A. Memiliki Berbagai Masalah Kependudukan
Berbagai tekanan dan masalah kependudukan yang merupakan masalah kompleks di negara-negara berkembang, antara lain:
1) laju pertumbuhan dan jumlah penduduk relatif tinggi
2) persebaran penduduk tidak merata
3) tingginya angka beban tanggungan
4) kualitas penduduk relatif rendah
5) tingkat produkti itas penduduk juga rendah.
6) angka kemiskinan dan pengangguran relatif tinggi, serta
7) rendahnya pendapatan perkapita.

B. Produktivitas Masyarakatnya Masih Didominasi Barang-Barang Primer
Hal ini dikarenakan, pada umumnya 70 penduduk di negara berkembang berlatar belakang kehidupan agraris yang cara pengolahannya masih dilakukan dengan alat-alat dan metode-metode sederhana. Kondisi ini pula yang menyebabkan sebagian besar penduduk negara-negara berkembang masih tinggal di pedesaan.

C. Sumber Daya Alam Belum dapat Dimanfaatkan secara Optimal
Pemanfaatan kekayaan alam yang dimiliki belum mampu dioptimalkan. Dalam pemanfaatannya, negara berkembang masih bekerja sama dengan negara maju dalam mengeksploitasi sumber daya alam yang dimiliki. Hasil sumber daya alam ini pada akhirnya dijadikan komoditas perdagangan (ekspor) karena belum memiliki teknologi untuk mengolahnya lebih lanjut. Oleh karena itu, pada umumnya negara berkembang mengandalkan ekspor dari hasil alam mentah.

D. Ketergantungan terhadap Negara Maju
Negara berkembang pada umumnya sedang giat-giatnya melakukan pembangunan, namun terbentur kendala modal dan teknologi. Oleh karena itu, mereka cenderung tergantung pada hasil copas teknologi dan kucuran dana (baik hibah ataupun pinjaman) dari negara-negara yang lebih maju (negara donor) demi kelangsungan pembangunan yang sedang dijalankan. Pada praktiknya, negaranegara donor tersebut memberikan pengaruh yang bersifat mengikat dan terkesan mendikte terhadap negara-negara yang dibantunya.

E. Keterbatasan Fasilitas Umum
Kemampuan pemerintah negara berkembang dalam bidang keuangan negara pada umumnya terbatas. Hal inilah yang menyebabkan keterbatasan fasilitas umum yang mampu disediakan oleh pemerintah.

F. Tingkat Kesadaran Hukum, Kesetaraan Gender, dan Penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia Relatif Rendah
Tingkat partisipasi masyarakat dalam penegakan hukum relatif masih rendah. Masyarakatnya (termasuk pejabatnya) masih banyak yang melakukan kecurangan-kecurangan hukum tanpa rasa malu. Bentuk-bentuk pelanggaran hukum yang terjadi, antara lain hasil copas pemaksaan kehendak, penyuapan, korupsi, kolusi, nepotisme, perusakan fasilitas umum, dan sebagainya. Kesetaraan gender juga belum membudaya, wanita yang aktif bekerja masih dianggap sebagai hal yang kurang pantas menurut beberapa kalangan. Penegakan dan perlindungan hak asasi manusia juga belum dapat dilaksanakan secara optimal.

G. Tingkat Pendidikan Masih Rendah
Tingkat pendidikan pendudukan di negara-negara berkembang secara umum masih rendah. Hal tersebut dikarenakan sarana dan prasarana pendidikan baik formal maupun nonformal masih terbatas dan belum memadai sehingga belum dapat dijangkau oleh seluruh penduduk di negara tersebut. Akibatnya, masih banyak dijumpai penduduk yang buta huruf.

H. Tingkat Pendapatan Masih Rendah
Mayoritas penduduk negara berkembang bekerja pada sektor pertanian yang umumnya masih dikerjakan secara tradisional. Tingkat pendidikan serta penguasaan Iptek oleh penduduk yang rata-rata masih rendah menyebabkan penduduk tidak mampu bersaing untuk bekerja atau menciptakan pekerjaan di sektor lain hasil copasKondisi demikian mengakibatkan penduduk negara berkembang memiliki penghasilan atau pendapat rata-rata yang relatif rendah, sehingga pendapatan perkapita juga rendah.

I. Tingkat Kesehatan
Taraf kehidupan penduduk negara berkembang yang masih rendah juga berdampak pada tingkat kesehatan penduduknya. Pada umumnya penduduk negara berkembang belum memiliki kesadaran akan pentingnya kesehatan. Minimnya sarana dan prasarana kesehatan menyebabkan tingkat kesehatan rata-rata penduduk di negara berkembang masih rendah juga ditandai dengan angka kematian dan angka kelahiran tinggi, sedangkan angka harapan hidup rendah.

contoh negara berkembang antara lain berada di Benua Afrika, Benua Asia kecuali Asia Timur, Benua Amerika Selatan, Eropa Timur, dan Eropa Tenggara.

2. Ciri-Ciri Negara Maju
A. Sumber Daya Alam Dimanfaatkan secara Optimal
Pemanfaatan teknologi dan kepemilikan modal membuat masyarakat di negara maju mampu memanfaatkan hasil copas sumber daya alam secara optimal, menemukan sumber daya alam baru, ataupun memanfaatkan sumber daya alam yang telah ada sebagai energi alternatif. Misalnya pemanfaatan tenaga angin, air, atau energi matahari untuk menggantikan fungsi dari energi minyak bumi.

B. Dapat Mengatasi Masalah Kependudukan
Hal ini dikarenakan angka pertumbuhan kecil, jumlah penduduk pada umumnya tidak terlalu banyak, angka beban ketergantungan kecil, kualitas dan produkti itas penduduk tinggi, pendapatan perkapita tinggi, dan peluang kerja dan kesempatan berusaha terbuka luas.

C. Produktivitas Masyarakat Didominasi Barang- Barang Hasil Produksi dan Jasa
Kegiatan ini tidak memerlukan lingkungan agraris, sehingga dapat dipastikan bahwa 70 penduduk negara maju tinggal di perkotaan.

D. Tingkat dan Kualitas Hidup Masyarakat Tinggi
Tingginya kualitas penduduk mendorong semakin tingginya produkti itas masyarakat yang bermuara pada semakin tingginya pendapatan perkapita dan pendapatan nasional.

E. Ekspor yang Dilakukan adalah Ekspor Hasil Industri dan Jasa
Ada kalanya, suatu negara maju sangat minim sumber daya alam atau bahkan tidak memiliki sumber daya alam sama sekali, namun dapat menghasilkan produk olahan sumber daya alam. Misalnya, hasil minyak mentah dari negara Inggris sangat minim, namun negara tersebut mampu menghasilkan produk olahan minyak bumi dan memasarkannya ke seluruh penjuru dunia. Kebutuhan minyak mentahnya tercukupi dengan cara mengimpor dari negara-negara lain yang umumnya termasuk dalam kategori negara-negara berkembang.

F. Tercukupinya Penyediaan Fasilitas Umum
Negara maju memiliki kemampuan berupa sarana dan dana dalam memberikan pelayanan fasilitas umum yang memadai bagi warganya. Hal ini juga didukung dengan tingginya tingkat kesadaran warga masyarakatnya dalam memelihara dan memanfaatkan ketersediaan sarana fasilitas umum yang ada.

G Kesadaran Hukum, Kesetaraan Gender, dan Penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia
Dijunjung Tinggi
Masyarakat di negara maju pada umumnya memiliki disiplin yang tinggi dalam mematuhi hukum. Pemerintahan yang berjalan menerapkan prinsip akuntabilitas (dapat dipertanggungjawabkan) serta transparansi (terbuka) dalam berbagai tindakan dan pengambilan keputusan. Jenis kelamin tidak lagi dipermasalahkan dalam penentuan jabatan, namun kemampuanlah yang diperhitungkan. Penghormatan terhadap hak asasi manusia dijunjung tinggi, bahkan untuk golongan minoritas, misalnya untuk kaum difabel (different ability) seperti orang tua, tuna netra, atau penyandang cacat fisik yang lain diberi fasilitas
khusus dan porsi atau kesempatan kerja yang sejajar dengan masyarakat normal.

H. Tingkat Pendidikan Relatif Tinggi
Tingkat pendidikan merupakan salah satu indikator penting yang menunjukkan kualitas penduduk suatu negara. Di negara-negara maju secara umum penduduknya sudah memiliki kesadaran tinggi akan arti penting pendidikan dan penguasaan Iptek. Hal tersebut terlihat dari angka partisipasi belajar penduduk negara-negara maju yang sangat tinggi. Tingginya tingkat pendidikan penduduk di negara maju juga ditunjang oleh sistem pendidikan yang baik dan anggaran pendidikan yang tinggi dari pemerintah.

I. Tingkat Pendapatan Penduduk Relatif Tinggi
Kemajuan tingkat pendidikan serta penguasaan Iptek oleh mayoritas penduduk menjadikan negara maju memiliki potensi SDM yang berkualitas tinggi. Kondisi demikian membuat penduduk negara maju tidak lagi menggantungkan sektor pertanian sebagai penghasilan utama, tetapi di sektor industri, jasa dan perdagangan. Variasi pekerjaan di berbagai sektor tersebut menjadikan penduduk negara maju memiliki pendapatan rata-rata tinggi. Penghasilan penduduk yang tinggi akan berdampak pada pendapatan perkapita yang tinggi pula.

J. Tingkat Kesehatan Sudah Baik
Rata-rata penduduk negara maju sudah memiliki standar kehidupan yang tinggi, sehingga kesadaran masyarakat akan arti penting kesehatan juga sudah baik. Selain itu pihak pemerintah juga memberikan perhatian yang sangat baik terhadap tingkat kesehatan masyarakat melalui pembangunan berbagai sarana dan prasarana kesehatan yang memadai di berbagai daerah yang dapat dijangkau oleh semua lapisan masyarakat hasil copas. Tingkat kesehatan penduduk yang sudah baik, dapat terlihat dari angka kematian penduduk yang rendah dan angka harapan hidup penduduk yang tinggi di negara maju.

Pada tahun 1998 G7 (Group of Seven) berubah nama menjadi G8 (Group of Eight) karena keikutsertaan Rusia dalam kelompok informal delapan negara industri maju. Anggota G8 antara lain  Jerman, Italia, Inggris, Jepang, Perancis, Amerika Serikat, dan Rusia.




Sumber: Sanusi, F; dkk. 2008. Buku BSE: Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas IX SMP/MTS. Jakarta: Penerbit
CV. Teguh Karya untuk Departemen Pendidikan.

Monday, August 26, 2013

BENTANG ALAM DI SEKITAR PANTAI

Cliff : Tebing pantai yang curam
Tombolo : Sedimentasi penghubung pulau kecil dengan pantai
Sea Cave : Gua laut atau karang bolong
Nehrung : Sedimentasi memanjang dari sungai menuju laut (lidah pasir)
Tanah Loss : tanah lapang di sekitar pantai
Delta : Sedimentasi di muara sungai
Kipas alluvial : Sedimentasi di muara sungai yang berbentuk seperti kipas
Laguna : Air laut yang terperangkap di daratan
Stack : Tiang-tiang karang
Gosong : Pulau kecil hasil sedimentasi di sekitar pantai

Monday, August 19, 2013

JALAN-JALAN KE CURUG NANGKA CIAPUS, BOGOR

Curug Nangka atau air terjun nagka berada di Ciapus, sebelah barat daya dari Kota Bogor dan berada di kaki Gunung Salak. Berjarak sekitar 10 km dari Kebun Raya Bogor (KRB) dengan waktu tempuh sekitar 30 menit. Dari KRB bisa melewati Jalan Ir. Djuanda - Jalan Empang - Jalan Pulo (pintu air Cisadane) - ada pertigaan ambil jalur kiri ke arah Cikaret Jalan Raya Ciapus. Dari Jalan Raya Ciapus yang cukup sempit ROW 10 dengan arus lalulintas cukup lancar jaya. Di ujung Jalan Raya Ciapus sudah terdapat papan penunjuk arah ke Curug Nagka. Apabila naik angkot ada angkot ijo trayek Ciapus - Ramayana dan angkot biru tujuan Ciapus. Dari pangkalan angkot jalan sekitar 1 km ke gerbang Curug Nangka dan dari gerbang jalan lagi mendaki sekitar 1 km lagi tetapi dengan suasana yang adem, sejuh, indah, dan tentram.

Dari penghabisan jalan terdapat pos penjagaan retribusi pertama dan poskedua. Kata penjaganya (18-Agst-13) di gerbang pertama bayar Rp. 7.500/orang sudah termasuk tiket masuk di pos kedua tapi di gerbang kedua ditagih lagi Rp. 2.500/orang. Sedangkan untuk biaya parkir mobil 10.000/mobil dan jasa parkir Rp.5000/mobil. Tidak terdapat areal parkir mobil, mobil dapat diparkir memanjang di sepanjang jalan yang sempit. Untu parkir motor tersedia di pinggir jalan juga tepatnya di ujung jalan menuju jalur pendakian.

banyak tedapat pedangan makanan, minuman, dan sovenir juga ada.
Ada lapangan untuk camping dan ada juga flying fox Rp.30.000/orang.

jalur pendakian lewat jalur darat 40% dan cukup terjal dan licin, apalagi setelah turun hujan.

di jalur pendakian terdapat beberapa kelompok kera ekor panjang.

siapkan cemilan dan air minum untuk bekal perjalanan. INGAT! Buanglah sampah pada tempatnya.
Jalur mendaki sejajar dengan alur sungai sekitar 60 %. Sepanjang aliran air ini dapat dimanfaatkan untuk berenang dan bermain air dengan aman.

ini air terjun  daun atau curug daun, hanya 8 meteran lah.

ini dia curug nagkanya di saat musim kemarau, kering.


jika lapar di ujung air terjun nangka. beli saja nasi kuning dan dua gorengan seharga 5rb rupiah. enak!

Wednesday, August 14, 2013

BUNGA NASIONAL BERBAGAI NEGARA (FOTO)

1. Argentina, Brazilia

Bunga Anggrek Cattleya

2. Australia

Bunga Jengger

3. Austria

Edelweis

4. Belanda

Tulip Orange

5. Belgia

Bunga Opium

6. Bermuda

Rumput Mata Biru

7. Bolivia

Bunga Inca Ajaib

8. Bulgaria, Ceko, Iran, Irak

Rose Merah

9. Chili

Bunga Chili
sumber: www.flickr.com

10. Cina

Bunga Poeny

11. Denmark

Inggris Suci

12. Ekuador

Anggrek Putih

13. Etiopia

Calla
sumber: pixdaus.com 

14. Filipina

Melati Sampatiga

15. Finlandia

Lilly
sumber: twicsy.com

16. Hongaria

Tulip

17. India, Nepal

Teratai Biru

18. Indonesia

Melati

19. Inggris

Rose Tudor Merah

20. Irlandia

Daun Trio (Semanggi)

21. Italia

Violet
sumber: www.123rf.com

22. Jepang

Aprikot

23. Jerman

Cornflower

24. Kamboja

Rumdul

25. Kanada

Mapel
sumber: 74211.com

26. Korea

Rose Sharon

27. Kolombia

Anggrek May

28. Kostarika

Flor de San Sebastian

29. Kuba

Lily Jahe

30. Laos

Champa

31. Libya

Bunga Delima

32. Madagaskar

Pohon Jalan

33. Malaysia

Bunga Lonceng

34. Mesir

Lilly Air


35. Monako

Anyelir
sumber: www.groupemycobotacourslaville.fr - 


36. Yunani

Pinggul Beruang
sumber : masmasukabunga.blogspot.com

Disalin dari: Arief, Mudzakir. 2006. RPUL Global. Semarang: Aneka Ilmu. page:213

INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT (IKM)

Nilai indeks kepuasan masyarakat (IKM) dihitung dengan menggunakan nilai rata-rata tertimbang, masing-masing unsur pelayanan. Dalam perhitungan indeks kepuasan masyarakat terhadap 14 unsur pelayanan yang dikaji, setiap unsur pelaynan memiliki penimbang yang sama dengan rumus sebagai berikut:
Bobot nilai rata-rata tertimbang =

Jumlah bobot / unsur bobot

1 / 14 = 0,071

Untuk memperoleh nilai IKM unit pelayanan digunakan pendekatan nilali rata-rata tertimbang dengan rumus sebagai berikut:
IKM =

Total dari nilai persepsi per unsur / total unsur yang terisi x nilai penimbang

Untuk memudahkan interpretasi terhadap penilaian IKM yaitu antara 25 – 100 maka hasil penelitian tersebut di atas dikonesikan dengan dasar 25, dengan rumus sebagai berikut:
IKM unsur pelayanan x 25


Mengingat unsur pelyanan mempunyai karaktersitik yang berbeda-beda, maka setiap unit pelayanan dimungkikan untuk:

1. Menambah unsur yang dianggap relevan
2. Memberikan bobot yang berbeda terhadap 14 unsur yang dominan dalam unit pelayanan, dengan catatan jumlah bobot seluruh unsur tetap 1.

Tabel 1
Nilai persepsi, interval IKM, interval konveersi IKM, mutu pelayanan dan kinerja unit pelayanan
Nilai persepsi
Nikai interval IKM
Nilai interrval konversi IKM
Mutu Pelayanan
Kinerjja unit pelayanan
1
1,00-1,75
25-43,75
D
Tidak baik
2
1,76-2,50
43,76-62,50
C
Kurang baik
3
2,51-3,25
62,51-81,25
B
Baik
4
3,26-4,00
81,26-100,00
A
Sangat baik

Contoh:
Tabel 2
Indeks Kepuasan Masyarakat terhadap Terminal X
No.
Unsur
Nilai unsur pelayanan
Bobot nilai rata-rata tertimbang
Nilai indeks
 1.
Kondisi taman di terminal
4.4

0,31
 2.
Kondisi pelataran parkir untuk kendaraan pengantar di terminal
4.4
 0.07
0,31
 3.
Kondisi ruang tunggu di terminal
4.6
 0.07
0,32
 4.
Kondisi loket penjualan karcis
4.4
 0.07
0,31
 5.
Kondisi papan informasi
4.5
 0.07
0,32
 6.
Kondisi kamar kecil/toilet
4.5
 0.07
0,32
 7.
Kondisi musholla
4.5
 0.07
0,32
 8.
Kondisi kios/kantin
4.4
 0.07
0,31
 9.
Kondisi ruang informasi dan pengaduan
4.6
 0.07
0,32
 10.
Kondisi telpon umum/wartel
4.4
 0.07
0,31
 11.
Kondisi tempat penitipan barang
4.4
 0.07
0,31
 12.
Kondisi keamanan
4.7
 0.07
0,33
 13.
Kenyamanan ruang tunggu
4.8
 0.07
0,34
 14.
Kecukupan kendaraan di terminal
4.4
 0.07
0,31
 15.
Kemudahan untuk mendapatkan kendaraan
4.5
0.07
0,32

Indeks kepuasan masyarakat (IKM)


4.41

Konversi IKM

88.20

Mutu Pelayanan


A

Sumber: Pengkajian kelas terminal angkutan jalan 2007:II-12