Thursday, October 31, 2013

SUMBER SEJARAH DAN PENINGGALAN KERAJAAN MATARAM KUNO

BAGIAN II : CANDI

A. Mataram Hindu

Kompleks Candi Dieng merupakan kumpulan candi yang terletak di kaki pegunungan Dieng, Wonosobo, Jawa tengah. Kawasan Candi Dieng menempati dataran pada ketinggian 2000 m di atas permukaan laut, memanjang arah utara-selatan sekitar 1900 m dengan lebar sepanjang 800 m. Kumpulan candi Hindu beraliran Syiwa yang diperkirakan dibangun antara akhir abad ke-8 sampai awal abad ke-9 ini diduga merupakan candi tertua di Jawa.


1. Candi Gatutkaca





Candi Gatotkaca adalah salah satu candi Hindu yang berada di Dataran Tinggi Dieng, di wilayah Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Candi ini terletak di sebelah barat Kompleks Percandian Arjuna, di tepi jalan ke arah Candi Bima, di seberang Museum Dieng Kailasa. Nama Gatotkaca sendiri diberikan oleh penduduk dengan mengambil nama tokoh wayang dari cerita Mahabarata.


2. Candi Bima





Berada di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, [1] candi ini terletak paling selatan di kompleks Percandian Dieng. Pintu masuk berada di sisi timur. Candi ini cukup unik dibanding dengan candi-candi lain, baik di Dieng maupun di Indonesia pada umumnya, karena kemiripan arsitekturnya dengan beberapa candi di India. Bagian atapnya mirip dengan shikara dan berbentuk seperti mangkuk yang ditangkupkan. [2] Pada bagian atap terdapat relung dengan relief kepala yang disebut dengan kudu.


3. Candi Dwarawati





Bentuk Candi Dwarawati mirip dengan Candi Gatutkaca, yaitu berdenah dasar segi empat dengan penampil di keempat sisinya. Tubuh candi berdiri di atas batur setinggi sekitar 50 cm. Tangga dan pintu masuk, yang terletak di sisi barat, saat ini dalam keadaan polos tanpa pahatan.

4. Candi Arjuna






kompleks candi Arjuna


Candi ini mirip dengan candi-candi di komples Gedong Sanga. Berdenah dasar persegi dengan luas sekitar ukuran sekitar 4 m2. Tubuh candi berdiri diatas batur setinggi sekitar 1 m. Di sisi barat terdapat tangga menuju pintu masuk ke ruangan kecil dalam tubuh candi. Pintu candi dilengkapi dengan semacam bilik penampil yang menjorok keluar sekitar 1 m dari tubuh candi. Di atas ambang pintu dihiasi dengan pahatan Kalamakara.


4. Candi Semar





Candi ini letaknya berhadapan dengan Candi Arjuna. Denah dasarnya berbentuk persegi empat membujur arah utara-selatan. Batur candi setinggi sekitar 50 cm, polos tanpa hiasan. Tangga menuju pintu masuk ke ruang dalam tubuh candi terdapat di sisi timur. Pintu masuk tidak dilengkapi bilik penampil. Ambang pintu diberi bingkai dengan hiasan pola kertas tempel dan kepala naga di pangkalnya. Di atas ambang pintu terdapat Kalamakara tanpa rahang bawah.


6. Candi Puntadewa



sumber: panoramio.com

Ukuran Candi Puntadewa tidak terlalu besar, namun candi ini tampak lebih tinggi. Tubuh candi berdiri di atas batur bersusun setinggi sekitar 2,5 m. Tangga menuju pintu masuk ke dalam ruang dalam tubuh candi dilengkapi pipi candi dan dibuat bersusun dua, sesuai dengan batur candi. Atap candi mirip dengan atap Candi Sembadra, yaitu berbentuk kubus besar. Puncak atap juga sudah hancur, sehingga tidak terlihat lagi bentuk aslinya. Di keempat sisi atap juga terdapat relung kecil seperti tempat menaruh arca. Pintu dilengkapi dengan bilik penampil dan diberi bingkai yang berhiaskan motif kertas tempel.


7. Candi Sembrada




Batur candi setinggi sekitar 50 cm dengan denah dasar berbentuk bujur sangkar. Di pertengahan sisi selatan, timur dan utara terdapat bagian yang menjorok keluar, membentuk relung seperti bilik penampil. Pintu masuk terletak di sisi barat dan, dilengkapi dengan bilik penampil. Adanya bilik penampil di sisi barat dan relung di ketiga sisi lainnya membuat bentuk tubuh candi tampak seperti poligon. Di halaman terdapat batu yang ditata sebagai jalan setapak menuju pintu.

8. Candi Srikandi



sumber: wikipedia.org


Candi ini terletak di utara Candi Arjuna. Batur candi setinggi sekitar 50 cm dengan denah dasar berbentuk kubus. Di sisi timur terdapat tangga dengan bilik penampil. Pada dinding utara terdapat pahatan yang menggambarkan Wisnu, pada dinding timur menggambarkan Syiwa dan pada dinding selatan menggambarkan Brahma. Sebagian besar pahatan tersebut sudah rusak. Atap candi sudah rusak sehingga tidak terlihat lagi bentuk aslinya.


9. Candi Gedong Songo




Candi Gedong Songo adalah nama sebuah komplek bangunan candi peninggalan budaya Hindu yang terletak di desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Indonesia tepatnya di lereng Gunung Ungaran. Di kompleks candi ini terdapat sembilan buah candi. Candi ini diketemukan oleh Raffles pada tahun 1804 dan merupakan peninggalan budaya Hindu dari zaman Wangsa Syailendra abad ke-9 (tahun 927 masehi). Candi ini memiliki persamaan dengan kompleks Candi Dieng di Wonosobo. Candi ini terletak pada ketinggian sekitar 1.200 m di atas permukaan laut sehingga suhu udara disini cukup dingin (berkisar antara 19-27 °C)

B. MATARAM BUDHA


1. Candi Sari





Candi Sari adalah candi Buddha yang berada tidak jauh dari Candi Sambi Sari, Candi Kalasan dan Candi Prambanan, yaitu di bagian sebelah timur laut dari kota Yogyakarta, dan tidak begitu jauh dari Bandara Adisucipto. Candi ini dibangun pada sekitar abad ke-8 dan ke-9 pada saat zaman Kerajaan Mataram Kuno dengan bentuk yang sangat indah. Pada bagian atas candi ini terdapat 9 buah stupa seperti yang nampak pada stupa di Candi Borobudur, dan tersusun dalam 3 deretan sejajar.

Bentuk bangunan candi serta ukiran relief yang ada pada dinding candi sangat mirip dengan relief di Candi Plaosan. Beberapa ruangan bertingkat dua berada persis di bawah masing-masing stupa, dan diperkirakan dipakai untuk tempat meditasi bagi para pendeta Buddha (bhiksu) pada zaman dahulunya. Candi Sari pada masa lampau merupakan suatu Vihara Buddha, dan dipakai sebagai tempat belajar dan berguru bagi para bhiksu.


2. Candi Mendut




Candi Mendut adalah sebuah candi bercorak Buddha. Candi yang terletak di Jalan Mayor Kusen Kota Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengahini, letaknya berada sekitar 3 kilometer dari candi Borobudur.Candi Mendut didirikan semasa pemerintahan Raja Indra dari dinasti Syailendra. Di dalam prasasti Karangtengah yang bertarikh 824 Masehi, disebutkan bahwa raja Indra telah membangun bangunan suci bernama wenuwana yang artinya adalah hutan bambu. Oleh seorang ahli arkeologi Belanda bernama J.G. de Casparis, kata ini dihubungkan dengan Candi Mendut.


3. Candi Sewu





kompleks candi sewu

sumber: wikipedia.org

Secara administratif, kompleks Candi Sewu terletak di Dukuh Bener, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah. Candi Sewu adalah candi Buddha yang dibangun pada abad ke-8 yang berjarak hanya delapan ratus meter di sebelah utara Candi Prambanan. Candi Sewu merupakan kompleks candi Buddha terbesar kedua setelah Candi Borobudur di Jawa Tengah. Candi Sewu berusia lebih tua daripada Candi Prambanan. Meskipun aslinya terdapat 249 candi, oleh masyarakat setempat candi ini dinamakan "Sewu" yang berarti seribudalam bahasa Jawa. Penamaan ini berdasarkan kisah legenda Loro Jonggrang.

4. Candi Pawon



sumber: wikipedia.org

Letak Candi Pawon ini berada di antara Candi Mendut dan Candi Borobudur, tepat berjarak 1750 meter dari Candi Borobudur ke arah timur dan 1150 m dari Candi Mendut ke arah barat. Nama Candi Pawon tidak dapat diketahui secara pasti asal-usulnya. Ahli epigrafi J.G. de Casparis menafsirkan bahwa Pawon berasal daribahasa Jawa awu yang berarti 'abu', mendapat awalan pa- dan akhiran -an yang menunjukkan suatu tempat. Dalam bahasa Jawa sehari-hari kata pawon berarti 'dapur', akan tetapi de Casparis mengartikannya sebagai 'perabuan' atau tempat abu. Penduduk setempat juga menyebutkan Candi Pawon dengan nama Bajranalan. Kata ini mungkin berasal dari kata bahasa Sanskerta vajra =yang berarti 'halilintar' dan anala yang berarti 'api'.

5. Candi Borobudur



sumber: wikipedia.org


Borobudur adalah nama sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Lokasi candi adalah kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang, 86 km di sebelah barat Surakarta, dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi berbentukstupa ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Monumen ini terdiri atas enam teras berbentuk bujur sangkar yang diatasnya terdapat tiga pelataran melingkar, pada dindingnya dihiasi dengan 2.672 panel relief dan aslinya terdapat 504 arca Buddha.[1] Stupa utama terbesar teletak di tengah sekaligus memahkotai bangunan ini, dikelilingi oleh tiga barisan melingkar 72 stupa berlubang yang di dalamnya terdapat arca buddha tengah duduk bersila dalam posisi teratai sempurna dengan mudra (sikap tangan) Dharmachakra mudra (memutar roda dharma).


kembali ke bagian I : Prasasti


SUMBER SEJARAH DAN PENINGGALAN KERAJAAN MATARAM KUNO

BAGIAN I : PRASASTI


1. Prasasti Canggal



Prasasti Canggal (juga disebut Prasasti Gunung Wukir atau Prasasti Sanjaya) adalah prasasti dalam bentuk candra sengkala berangka tahun654 Saka atau 732 Masehi yang ditemukan di halaman Candi Gunung Wukir di desa Kadiluwih, kecamatan Salam, Magelang, Jawa TengahPrasasti yang ditulis pada stela batu ini menggunakan aksara Pallawa dan bahasa SanskertaPrasasti dipandang sebagai pernyataan diri RajaSanjaya pada tahun 732 sebagai seorang penguasa universal dari Kerajaan Mataram Kuno. Prasasti ini menceritakan tentang pendirian lingga (lambang Siwa) di desa Kunjarakunja oleh Sanjaya. Diceritakan pula bahwa yang menjadi raja mula-mula adalah Sanna, kemudian digantikan oleh Sanjaya anak Sannaha, saudara perempuan Sanna.


2. Prasasti Kalasan




Prasasti Kalasan adalah prasasti peninggalan Wangsa Sanjaya dari Kerajaan Mataram Kuno yang berangka tahun 700 Saka atau 778M. Prasasti yang ditemukan di kecamatan Kalasan, Sleman, Yogyakarta, ini ditulis dalam huruf Pranagari (India Utara) dan bahasa SanskertaPrasasti ini menyebutkan, bahwa Guru Sang Raja berhasil membujuk Maharaja Tejahpura Panangkarana (Kariyana Panangkara) yang merupakan mustika keluarga Sailendra (Sailendra Wamsatilaka) atas permintaan keluarga Syailendra, untuk membangun bangunan suci bagi Dewi Tara dan sebuah biara bagi para pendeta, serta penghadiahan desa Kalasan untuk para sanggha (umat Buddha). Bangunan suci yang dimaksud adalah Candi KalasanPrasasti ini kini disimpan dengan No. D.147 di Museum Nasional, Jakarta.


3. Prasasti Kedu (Mantyasih)





Prasasti Mantyasih, juga disebut Prasasti Balitung atau Prasasti Tembaga Kedu adalah prasasti berangka tahun 907 M yang berasal dari Wangsa Sanjaya, kerajaan Mataram Kuno. Prasasti ini ditemukan di kampung Mateseh, Magelang Utara, Jawa Tengah dan memuat daftar silsilah raja-raja Mataram sebelum Raja Balitung. Prasasti ini dibuat sebagai upaya melegitimasi Balitung sebagai pewaris tahta yang sah, sehingga menyebutkan raja-raja sebelumnya yang berdaulat penuh atas wilayah kerajaan Mataram Kuno. 
Dalam prasasti juga disebutkan bahwa desa Mantyasih yang ditetapkan Balitung sebagai desa perdikan (daerah bebas pajak). Di kampung Meteseh saat ini masih terdapat sebuah lumpang batu, yang diyakini sebagai tempat upacara penetapan sima atau desa perdikan. Selain itu disebutkan pula tentang keberadaan Gunung Susundara dan Wukir Sumbing (sekarang Gunung Sindoro danSumbing). Kata "Mantyasih" sendiri dapat diartikan "beriman dalam cinta kasih"


4. Prasasti Kelurak



sumber: wikipedia.org

Prasasti Kelurak merupakan prasasti batu berangka tahun 782 M yang ditemukan di dekat Candi Lumbung Desa Kelurak, di sebelah utara Kompleks Percandian Prambanan, Jawa TengahKeadaan batu prasasti Kelurak sudah sangat aus, sehingga isi keseluruhannya kurang diketahui. Secara garis besar, isinya adalah tentang didirikannya sebuah bangunan suci untuk arca Manjusri atas perintah Raja Indra yang bergelar Sri Sanggramadhananjaya. Menurut para ahli, yang dimaksud dengan bangunan tersebut adalah Candi Sewu, yang terletak di Kompleks Percandian Prambanan. Nama raja Indra tersebut juga ditemukan pada Prasasti Ligor dan Prasasti Nalanda peninggalan kerajaan SriwijayaPrasasti Kelurak ditulis dalam aksara Pranagari, dengan menggunakan bahasa Sanskerta. Prasasti ini kini disimpan dengan No. D.44 di Museum Nasional, Jakarta.


5. Prasasti Ratu Boko





Kompleks situs Ratu Boko

sumber: yogyes.com


Nama "Ratu Baka" berasal dari legenda masyarakat setempat. Ratu Baka (Bahasa Jawa, arti harafiah: "raja bangau") adalah ayah dari Loro Jonggrang, yang juga menjadi nama candi utama pada komplek Candi Prambanan. Ditemukan di wilayah Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta dan terletak pada ketinggian hampir 200 m di atas permukaan laut. berisikan tentang kekalahan Balaputeradewa dalam perang saudara dengan kakaknya (Pramodawardhani). Balaputradewa melarikan diri ke sriwijaya.
6. Prasasti Nalanda


Nalada Coperplate

sumber: sudimuja.com


Prasasti Nalanda merupakan sebuah prasasti yang terdapat di Nalanda, Bihar, India. Prasasti ini berangka tahun 860, dari penafsiran manuskrip menyebutkan Sri Maharaja di Suwarnadwipa, Balaputradewa anak Samaragrawira, cucu dari Śailendravamsatilaka (mustika keluarga Śailendra) dengan julukan Śrīviravairimathana (pembunuh pahlawan musuh), raja Jawa (Mataram Kuno) yang kawin dengan Tārā, anak Dharmaset.


selanjutnya klik bagian II : Candi

Daftar Bacaan:

wikipedia.org




Wednesday, October 30, 2013

SUMBER SEJARAH DAN PENINGGALAN KERAJAAN TARUMANEGARA

PRASASTI KERAJAAN TARUMANEGARA

1. Prasasti Ciarateun

Prasasti Ciarateun
sumber: wikimedia.org

ditemukan di Ciaempea, sekitar Sungai Cisadane, Bogor. bertuliskan huruf pallawa berbahasa sangsekerta yang disertai dengan sepasang telapak kaki. berdasarkan prasasti ini, diketahui bahwa raja Kerajaan Tarumanegara adalah Purnawarman.

2. Prasasti Jambu

Prasasti Jambu

ditemukan di Pasir Gintung, Kecamatan Nanggung, sebelah barat Kota Bogor. bertuliskan huruf pallawa berbahasa sangsekerta yang disertai dengan sepasang telapak kaki. berisi tentang keberhasilan Raja Purnawarman menaklukkan musuhnya dan memberi kesenangan serta perlindungan kepada yang tunduk kepadanya.

3. Prasasti Pasir Awi

Prasasti Pasir Awi

ditemukan di Pasir Awi, Joggol, Kab. Bogor. ditulis dengan huruf ikal sehingga sulit untuk dibaca. Prasasti Pasir Awi berpahatkan gambar dahan dengan ranting dan dedaunan serta buah-buahan (bukan aksara) juga berpahatkan gambar sepasang telapak kaki.
4. Prasasti Kebon Kopi

Prasasti Kebon Kopi

ditemukan di Cibungbulan, Bogor. terdapat pahatan telapak kaki gajah yang diartikan sebagai Gajah Dewa Indra yang bernama Indra Airawata.

5. Prasasti Tugu

Prasasti Tugu

ditemukan di desa Tugu, Cilincing, Jakarta Utara. prasasti ini merupakan prasasti terpanjang dan terpenting bagi Kerajaan Tarumanegara. berisi tentang keberhasilan Raja Purnawarman yang berhasil menggali Sungai Gomati (Sungai Bekasi) yang panjangnya sekitar 11 km.

6. Prasasti Lebak

Prasasti Lebak

ditemukan di Munjul tepi Sungai Cidanghiang, Kabupaten Lebak, Banten. bertuliskan huruf pallawa berbahasa sangsekerta. berisi pujian terhadap keperwiraan, keagungan, dam keberanian Raja Purnawarman.

7. Prasasti Muara Cianten

Prasasti Muara Cianten

Prasasti Muara Cianten terletak di tepi(sungai) Cisadane dekat Muara Cianten yang dahulu dikenal dengan sebutan prasasti Pasir Muara (Pasiran Muara) karena memang masuk ke wilayah kampung Pasirmuara. Peninggalan sejarah ini disebut prasasti karena memang ada goresan tetapi merupakan pahatan gambar sulur-suluran (pilin) atau ikal yang keluar dari umbi sehingga sulit untuk dibaca.


sumber:
wikipedia.org
Tim Abdi Guru. 2007. IPS Terpadu untuk Kelas VII SMP Semester 2. Jakarta: Erlangga.

TEST ESAI

* mengukur hal yang sifatnya bebas sehingga masuk dalam komponen C1, C2, C3, C4, C5, hingga C6.

1. esai terbatas

  • menjelaskan hubungan sebab-akibat, misalnya Apakah?
  • melukiskan aplikasi prinsip-prinsip, misalnya Jelaskan atau Mengapa?
  • mengajukan argumentasi yang relevan, misalnya Mengapa?
  • Merumuskan hipotesis yang tepat, misalnya Apa yang terjadi apabila...?
  • merumuskan kesimpulan yang tepat, misalnya, Menurut Anda?
  • merumuskan asumsi, misalnya Menurut Anda?
  • melukiskan keterbatasan data, mislanya Berikan contoh?
  • Menjelaskan metode dan prosedur, mislanya Bagaimana?
2. esai bebas
  • jawaban dapat sesuai pendapat (karangan) individu
  • menghasilkan, menyusun, menyatakan ide
  • memadukan hasil belajar berbagai sumber (soal take home)
  • merekayasa bentuk orisinil
  • mengevaluasi suatu ide, misalnya Transmigrasi = masalah kependudukan
3. Kelemahan test esai
  • tergantung kemampuan dan rasa bahasa
  • jumlah soal terbatas (maksimal 6)
  • subjektif (skor test kurang realiabel)
  • jawaban menyimpang dari soal
  • pengoreksi adalah orang yang menyusun soal
  • waktu koreksi lama
  • jawaban cenderung panjang
4. kelebihan test esai
  • menuntun siwa untuk terampil menulis
  • menuntun siswa untuk mengingat pelajaran yang telah dipelajari
  • kemungkinan menebak kecil
  • jangkauan test terhadap individu luas
  • mudah disusun dan dibuat
  • proses berfikir siswa dapat dilacak


TEST JAWABAN SINGKAT

1. test untuk melengkapi hasil belajar sederhana
2. jawaban singkat, misalnya: kata, bagian kalimat, angka, atau simbol
3. soal dalam bentuk kalimat tanya
4. tes isian: soal dalam bentuk kalimat tidak lengkap, misalnya: nama penemu mesin uap adalah ....
5. penggunaan:

  • pengetahuan istilah, misalnya: isobar = ....
  • pengetahuan tentang prinsip-prinsip, misalnya: setiap naik 100 meter, maka suhu turun .... derajat Celcius
  • pengetahuan tentang fakta-fakta spesifik, misalnya: sensus didakan setiap .... tahun sekali
  • pengetahuan tentang metode dan prosedur, misalnya: alat untuk mengukur suhu disebut?
  • penafsiran sederhana, misalnya: garis kontur adalah ....
  • memecahkan soal hitungan, misalnya berapa angka ketergantungan penduduk di kota X?
  • keterampilan memanipulasi simbol, misalnya: rumus sexratio adalah ....
  • melengkapi persamaan kimia, misalnya: H + O2 = ....
6. kaidah penulisan soal:
  • rumusan pertanyaan singkan dan jawaban singkat
  • hindari kutipan langsung yang terlalu singkat
  • pertanyaan paling tidak harus melengkapi tempat kosong sama luas dan cukup satu

TEST BENAR SALAH

* tidak dianjurkan untuk siswa jenjang SMA karena siswa menjawab dengan tebak-tebakan sehingga tidak mengeksplor pengetahuan siswa.

1. Variasi

  • B - S = Benar - Salah
  • Y - T = Ya - Tidak
  • F - P = Fakta - Pendapat
  • B - S - P = Benar - Salah - Pendapat
2. Kaidah penulisan
  • hindari pernyataan umum, misalnya: Curah hujan tertinggi di Indonesia terjadi pada bulan Desember.
  • hindari pernyataan sepele, misalnya Ibukota Malaysia adalah Kuala Lumpur.
  • hindari pernyataan negatif dan ganda, misalnya Gajah bukan merupakan hewan mamalia, tetapi hewan herbivora.
  • hindari kalimat yang kompleks atau panjang.
  • hindari kalimat yang berhubungan atau tidak lebih dari satu pernyataan ide, misalnya: setiap penduduk harus produktif karena setiap penduduk harus merupakan alat produksi yang produktif bagi negara.

Sunday, October 27, 2013

BIS ROMBAKAN 'MODIF' GARASI

samping dari depan

Gunung Mulia dengan bodi Nucleus ini akan berubah menjadi Legacy. Apa mungkin masih sayang sama bodi depan dan belakang yang masih mulus dan terawat (orisinil Nucleus) sehingga enggan untuk dirombak seluruhnya. Jadilah hanya sayap pilar A Legacy yang menempel.


samping sebelah kanan


samping sebelah kiri


belakang

depan lampu smile
pilar A menggunakan jambang menyerupai euroliner RS
belakangnya Scorpion king seperti di atas

Samping
Jambang panjang ditambah dengan punuk memanjang sampai belakang



Safari ini berbodi awal panorama II *spekulasi akan berubah menjadi Legacy SR-1 dengan bokong scorpion king. Perubahan sangat drastis mulau dai penggantian lampu depan menjadi lampu prestise dan lampu belakang scorpion king. Punuk atas bodi entah kenapa hampir memenuhi 80 persen bagian atap bis. Pilar A-nya juga entah kenapa berbentuk alur-alur dari atas hingga bumper depan bis.

samping dari depan


samping dari belakang

Timbul Jaya ini pun berniat akan berkamuflase menjadi Legacy SR-1. Untuk bagian muka menggunakan tampang Jet Bus yang kalem dan elegan sudah terpasang apik. Bagian belakang memakai milik scorpion king yang terlihat garang pun sudah teraplikasi dengan apik. Sebagai bagian yang eye cathing, bodi samping TJ ini telah menggunakan sayap pilar A Leggacy Sr-1. Namun, sayap dan punuk dari Sr-1 TJ ini masih malu-malu karena masih terkesan kurus dan kaku.



MercedesBenz Oh-series Mania
Term. Poris, Kota Tangerang
Oktober 2013
Lenovo A390

Sadar
Kalideres-Labuan (Banten)


Sadar ngeLegacy
Bodi aslinya sudah tak terlihat, yang terlihat saat ini adalah sosok Legacy.


Travego Nucleus Putera Mulya
Penduduk asli dari Wonogiri dengan warna merah dan burung kakatuanya
bodi awal Nucleus (dpn-blkg) apa memang dibuat seperti itu.

ARYA PRIMA JET BUS
Tidak ada embelm yang menyatakan Jet Bus ini buatan karoseri mana. Dari hasil yang dapat diamati, garapannya cukup rapih.

Bodi belakang
EXpress Pariwisata dengan bodi buatan sendiri by EXpress Karoseri.Tampak depna dan belakang mmenggunakan face Jet Bus.

Sisi Samping
Sisi samping tanpa pilar A, dilihat dari samping seperti bodi RS Evolution series. Hanya ditambahkan punuk pelindung mesin AC dari gessekan ranting pohon.

EvoNEXT
sama seperti Jet Bus nya, Arya Prima Evonext ini juga tidak meninggalkan embelm karoseri dimana bodi ini dibuat. Dilihat dari samping, Evo Next ini masih terlihat kaku.

Evo Next wannabe
Dilihat dari depan sudah oke, lebih oke lagi jika menggunakan spion tanduk khas Evonext series..






Saturday, October 26, 2013

MINIATUR BIS: NORIZUKI

jet bus

depan

belakang


NORIZUKI autotech, Purwokerto
skala 1:50
bahan mikacraft
interior

MINIATUR BIS: P.B.M.S

jet bus

depan

belakang


P.B.M.S. Buscraft, Surabaya
Skala 1:50
bahan kertas foto
papercraft (nonsemuanya)