Tuesday, September 13, 2016

8 P UH.1 SEJARAH : KOLONIALISME & IMPERIALISME



1.       Kolonialisme adalah penguasaan negara atas negara lain di luar wilayah negaranya.

2.       Imperialisme adalah sistem politik yang menjajah bangsa lain untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya dan menanampakan pengaruhnya

3.       Bangsa-bangsa barat tertarik dengan wilayah nusantara karena hasil buminya, seperti lada, pala, dan cengkeh.

4.       Cornelis de Houtman [1596] mendarat di pesisir Banten namun tidak diterima rakyat karena semena-mena terhadap rakyat.

5.       Jacob van Neck [1598] datang kembali untuk berdagang sehingga diterima rakyat karena baik dan ramah.

6.        VOC [Vereenigde Oost-Indische Compagnie] adalah persatuan / kongsi dagang Belanda.

7.       VOC dibuat berdasarkan usulan dari Johan van Oldenbernevelt dan disetujui untuk didirikan pada tanggal 20 Maret 1602.

8.       Tujuan didirikannya VOC:
-          Menghilangkan persaingan antarpedagangan Belanda
-          Mencari laba yang besar untuk membantu pemerintah dalam perang melawan Spanyol
-          Memperkuat persatuan untuk menghadapi bangsa Portugis dan bangsa lainnya

9.       Hak octroi adalah hak istimewa yang diberikan oleh pemerintah Belanda untuk VOC agar dapat bertindak sebagai negara.

10.   Hak octroi VOC:
-          Hak monopoli perdagangan
-          Hak mengadakan perjanjian dengan raja
-          Hak mencetak uang dan mengedarkannya
-          Hak memiliki angkatan perang, mendirikan benteng, dan berperang

11.   Gubernur Jendral VOC:
-          Pieter Both [1605] : Gubernur Jendarl VOC pertama yang berpusat di Ambon
-          Jan Pieterszcoon Coen [1616]: mengubah nama Jayakarta menjadi Batavia dan menjadikan Batavia sebagai pusat kegiatan VOC

12.   VOC dibubarkan pada tanggal 31 Desember 1799, penyebab dibubarkannya:
-          Adanya korupsi yang merajalela
-          VOC kesulitan dalam memberi bantuan untuk pemerintah Belanda yang sedang berperang
-          Kesulitan dalam membayar pegawai
-          Kalah bersaing dengan kongsi dagang Inggris

13.   Belanda pernah dikuasai Prancis sehingga pemerintahan Belanda dipimpin Louis Napoleon [adik Napoleon Bonnaparte] yang kemudian mendirikan Republik Battaf untuk menggatikan kerjaan Belanda.

14.   Louis Napoleon memilih Herman Williem Deandels [1808] untuk menjadi Gubernur Jendral dengan tugas mempertahankan Pulau Jawa dari serangan Pasukan Inggris yang  memerintah dengan keras dan kejam.

15.   Jendral Janssens [1811] penguasa baru di wilayah nusantara dianggap kurang piawai dalam strategi perang sehingga Pulau Jawa jatuh ke tangan Inggris.

16.   Kekuasaan Inggris di bawah pimpinan Lord Minto [1811] sebagai gubernur EIC [kongsi dagang Inggris yang berkedudukan di India].

17.   Belanda menyerah kepada Inggris dan menyerahkan kekuasaannya. Raffles dipilih oleh Lord Minto untuk menjadi penguasa wilayah bekas jajahan Hindia Belanda.

18.   Raffles tidak lama memimpin nusantara karena Raffles berkuasa juga di Eropa sehingga melalui Perjanjian London [1816] Inggris menyerahkan kekuasaannya kembali ke Belanda .

19.   Kebijakan masa pemerintahan Deandels [1808-1811] di bidang politik:
-          Membangun jalan Anyer sampai Panarukan [Jawa Timur] yang disebut Jalan Pos.
-          Membangun armada militer yang kuat
-          Mendirikan sekolah militir di Batavia
-          Mendirikan pabrik senjata di Surabaya
-          Memperbaiki struktur pemerintahan dengan cara memberikan gaji yang layak dan membagi Jawa menjadi 9 karisedenan

20.   Kebijakan masa pemerintahan Deandels [1808-1811] di bidang ekonomi:
-          Menggalakkan penyerahan hasil bumi
-          Rakyat dipaksa menjual hasil bumi ke penguasa seperti kopi

21.   Kebijakan masa pemerintahan Raffles [1811-1816]:
-          Menerapkan kebijakan sistem sewa tanah
-          Membagi  Jawa menjadi 18 karisedenan
-          Menghapus kerja paksa rodi
-          Menerapkan sistem ekonomi liberal

22.   Pokok-pokok kebijakan sistem pajak tanah:
-          Segala bentuk penyerahan wajib dan kerja paksa dihapuskan
-          Peranan bupati sebagai pemungut pajak dihapuskan dan diangkat menjadi aparat negara yang bertanggung jawab kepada pemerintah
-          Pemerintah Inggris adalah pemilik tanah

23.   Sebab kegagalan sistem pajak tanah:
-          Tidak ada dukungan dari bupati yang telah dihapuskan hak-haknya sebagai pemungut pajak
-          Sebagian besar masyarakat pedesaan belum mengenal sistem ekonomi uang
-          Adanya kesulitan dalam menentukan luas, kepemilikan tanah, dan besarnya pajak setiap penyewa tanah.

24.   Karya Raffles yang bermanfaat bagi bangsa Indonesia:
-          Menulis buku History of Java
-          Mendirikan Kebun Raya Bogor
-          Menemukan bunga bangkai Rafflesia Arnoldi
-          Pemugaran Candi Prambanan
-          Menghapuskan hukuman melawan harimau

25.   Kebijakan ekonomi pemerintahan kolonial Hindia Belanda [1816-1900]: Sewa tanah partikelir

-          Penjualan tanah partikelir adalah tanah milik kaum swasta yang dibeli dari pemerintah kolonial Hindia Belanda

-          Partikelir adalah tuan tanah dari kaum nonpribumi [Belanda, Cina, Arab]

-          Peraturan tuan tanah :
o   Menarik 10% dari hasil panen secara langsung
o   Menarik uang sewa rumah, bengkel, dan warung
o   Mengarahkan penduduk untuk kerja rodi

-          Tuan tanah mengangkat pegawai dengan tujuan untuk mengeploitasi dan mengeksplorasi kekayaan

-          Tanah partikelir ditanami tanaman ekspor: kopi, teh, coklat, kayu, lada, tebu, dan indigo

-          Pemerintahan Van der Capellen melarang sistem sewa partikelir pada tahun 1817 karena hasil produksi dan pemasukan banyak jatuh di tuan tanah sehingga pemusakan kas pemerintah berkurang

26.   Kebijakan ekonomi pemerintahan kolonial Hindia Belanda [1816-1900]: Sewa tanam paksa

-          Sistem tanam paksa dicetuskan oleh Van den Bosh (1830-1870)

-          Sistem tanam paksa adalah memaksa penduduk untuk membayar pajak kepada pemerintah kolonial dalam bentuk tanaman yang dapat dijual di pasaran dunia.

-          Sebab munculnya sistem tanam paksa karena banyak pengeluaran dalam menghadapi Perang Diponegoro dan Perang Kemerdekaan Belgia yang ingin memisahkan diri dari Belanda.

-          Aturan-aturan dalam sistem tanam paksa (Staat Blad No. 22 tahun 1834):
o   Kegagalan panen menjadi tanggung jawab pemerintah kolonial
o   Tanah yang disediakan untuk tanaman dibebaskan dari pajak
o   Tanah yang ditanami tidak melebihi 1/5 tanah pertanian
o   Penduduk yang tidak memiliki lahan bekerja 60 hari di perkebunan Belanda

-          Penyimpangan dalam sistem tanam paksa:
o   Penduduk menanami lebih dari 1/5 bagian tanahnya
o   Kerugian gagal panen ditanggung petani
o   Banyak tenaga kerja yang tidak dibayar
o   Bupati mengejar cultuur procenten yaitu hadiah / persentase tertentu yang diberikan kepada setiap petugas apabila ia berhasil menyerahkan hasil panen melebihi target yang ditentukan.

-          Dampak sistem tanam paksa bagi pemerintah kolonial:
o   Pemerintah memperoleh surplus keuangan yang digunakan untuk menjalankan penjajahan
o   Badan Usaha Dagang Belanda (Nederlansche Handels Maatscappic) memperoleh keuntungan yang besar setelah mendapatkan hak monopoli perdagangan hasil tanam paksa

-          Dampak sistem tanam paksa bagi rakyat:
o   Banyak rakyat yang meninggal dan kelaparan terutaa di daerah Cirebon
o   Penduduk mulai mengenal berbagai tanaman eksport seperti kopi, tembakau, dll

-          Douwes Dekker [Multatuli] melalui bukunya Max Havelar yang isinya menentang sistem tanam paksa dan mengkritik pemerintah Hindia Belanda.


27.   Selesai.


Saturday, September 10, 2016

MINIATUR BIS : NEW SHANTIKA ORANGE BUS - ALFONSO BY TOTO ARYA


PERINGATAN!

Miniatur dapat menyebabkan ketagihan



dari samping kiri ke belakang
warna segar dengan livery simpel namun terlihat elegan dan sedap dipandang


samping kanan ke depan
unit mulus dan bersih


samping kanannya
new jetbus2+ setra hd


depannya saja


belakangnya saja



new shantika
orange bus
new jetbus2+ setra
skala 1/20
buatan alfonso by toto arya
bodi aklirik
ban resin tapak spons
interior resin
kaca aklirik dan mika
spek standar nolampu nobukaa
cat dasar dan cuting by taqim

-sudah pindah garasi-



www.bismania.org



Tuesday, September 6, 2016

RINGKASAN EKONOMI 9 SMP : UANG

9 P UH 1 EKONOMI : UANG

1.       Uang adalah benda yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran atau alat tukar yang sah dan memiliki satuan hitung.

2.       Sejarah perkembangan uang:
1] pra-barter: manusia nomaden
2] barter: tukar menukar barang
3] tahap uang barang: teh, emas, intan
4] tahap uang logam: abad ke-7 SM
5] tahap uang tanda: di Inggris tahun 1816
6] tahap uang kertas: abad ke-16 di Inggris
7] tahap uang giral: alat tukar mudah dan aman
8] tahap uang elektronik: e-money dan flash

3.       Syarat-syarat uang
a.        syarat psikologis: memberi kepuasan bagi pemegang uang
b.       syarat teknis:
                             i.      digemari dan diterima secara umum
                            ii.      jumlahnya mencukupi kebutuhan
                          iii.      tahan lama dan tidak mudah rusak
                          iv.      nilainya stabil
                            v.      mudah dibagi, disimpan, dan dibawa

4.       Sejarah perkembangan uang di Indonesia:
a.        1942: Jepang menguasai Indonesia dan mencetak RNI [Rupiah Nedherland Indische]
b.       1943: Belanda mencetak NIG [Netherland Indisceh Goverment]
c.        1945: Indonesia merdeka dan menetapakan rupiah sebagai mata uang resmi negara
d.       29 Oktober 1946: pemerintah mencetak dan meresmikan rupiah dengan regulasi yang diatur Bank Indonesia
e.       1947: terjadi agresi militer Belanda sehingga berdampak pada:
                             i.      Soekarno-Hatta diasingkan ke Bangka
                            ii.      PDRI dipimpin Syafruddin Prawiranegara di Bukit Tinggi, Sumatra Barat
                          iii.      Mencetak OERIDA dalam bentuk kupon dengan batas waktu penukaran
                          iv.      OERIDA berlaku di masing-masing daerah
f.         1949: hasil perundingan menyatakan bahwa RI menjadi RIS sehingga OERI dan OERIDA diubah menjadi ung RIS
g.        1 Januari 1950: uang RISresmi dicetak dengan nominal 5 dan 10 RIS
h.       September 1950: RIS kembali ke bentuk NKRI sehingga uang RIS menjadi ORI [Oeang Republik Indonesia] dengan nilai terendah Rp. 100,- dan tertinggi Rp. 100.000,-

5.       Jenis uang
a.        Kartal: uang yang digunakan sehari-hari dan diatur peredarannya oleh BI dan dicetak oleh Perum Peruri, e.g uang kertas dan logam
b.       Giral: uang yang berupa saldo simpanan di bank umum atau surat berharga, e.g. cek, giro, telegrafis transfer, credits cards

6.       Fungsi uang
a.       Fungsi primer [fungsi asli]
                             i.      Alat tukar
                            ii.      Satuan hitung
b.       Fungsi sekunder [fungsi turunan]
                             i.      Alat pembayaran
                            ii.      Alat pembentuk modal
                          iii.      Alat pemindah kekayaan

7.       Nilai uang
a.        Intrinsik: bahan pembuatan uang,  Nilai intrinsik uang logam lebih mahal daripada uang kertas
b.       Nominal: nilai yang tercantum
c.        Rill: kemampuan untuk ditukarkan dengan barang atau jasa

8.       Motif menyimpan uang
a.        Motif transaksi: uang digunakan untuk melakukan transaksi jual-beli dalam memenuhi kebutuhan
b.       Motif berjaga-jaga: uang digunakan untuk keperluan yang tidak terduga atau untuk persiapan hal-hal yang belum diprediksi, e.g. asuransi dan tabungan
c.        Motif spekulasi: uang digunakan untuk transaksi yang bersifat coba-coba dan biasanya dilakukan oleh pengusaha, e.g. investasi

9.       Faktor yang menentukan jumlah uang yang beredar:
a.        Tingkat suku bunga simpanan: suku bunga simpanan yang tinggi maka masyarakat akan menabung sehingga uang yang beredar sedikit
b.       Tingkat inflasi: tingkat inflasi yang tinggi membuat perekonomian lesu sehingga uang yang beredar banyak
c.        Pendapatan masyarakat: pndapatan masyarakat yang tinggi membuat uang yang beredar banyak sehingga daya beli masyarakat naik
d.       Jumlah penduduk: semakin banyak jumlah penduduk maka uang yang beredar akan semakin banyak
e.       Harga barang kebutuhan pokok: semakin tinggi harga barang kebutuhan pokok maka uang yang beredar akan semakin banyak
f.         Selera masyarakat: apabila selera masyarakat tinggi pada suatu produk, maka uang yang beredar akan semakin banyak

10.    Kebijakan moneter adalah pemerintah dalam mengendalikan uang yang beredar di masyarakat

11.   Kebijakan moneter:
a.        Penetapan cadangan kas: standar rasio kas diturunkan agar uang yang beredar banyak
b.       Diskonto: menaikkan suku bunga bank agar uang yang beredar sedikit
c.        Pasar terbuka: menjual SBI [Sertifikat Bank Indonesia] supaya uang yang beredar berkurang

12.    Faktor mengapa Dollar AS begitu perkasa daripada rupiah Indonesia:
a.        Cadangan devisa 70% negara di dunia menggunakan mata uang Dollar AS
b.       Dollar AS digunakan dalam perdagangan internasional
c.        Dollar AS menjadi favorit dalam perdagangan valuta asing

13.    Money Laundering (pencucian uang) adalah suatu upaya perbuatan untuk menyembunyikan atau menyamarkan asal usul uang/dana atau Harta Kekayaan hasil tindak pidana melalui berbagai transaksi keuangan agar uang atau Harta Kekayaan tersebut tampak seolah-olah berasal dari kegiatan yang sah/legal.

14.   Jenis-jenis modus money laundering
a.        Loan Back : meminjam uang dari perusahaan luar negeri yang direksinya dan pemegang sahamnya adalah dia sendiri, pinjaman itu kemudian tidak dikembalikan sehingga jaminan bank dicairkan.
b.       Smurfing : menghindari pelaporan dengan memecah-mecah transaksi yang dilakukan oleh banyak pelaku.
c.        Structuring: menghindari pelaporan dengan memecah-mecah transaksi sehingga jumlah transaksi menjadi lebih kecil.
d.       U Turn: mengaburkan asal usul hasil kejahatan dengan memutar-balikkan transaksi untuk kemudian dikembalikan ke rekening asalnya.
e.       Cuckoo Smurfing : mengaburkan asal usul sumber dana dengan mengirimkan dana-dana dari hasil kejahatannya melalui rekening pihak ketiga yang menunggu kiriman dana dari luar negeri dan tidak menyadari bahwa dana yang diterimanya tersebut merupakan “proceed of crime”.
f.         Pembelian aset/barang-barang mewah: menyembunyikan status kepemilikan dari aset/ barang mewah termasuk pengalihan aset tanpa terdeteksi oleh sistem keuangan.
g.        Barter: menghindari penggunaan dana tunai atau instrumen keuangan sehingga tidak dapat terdeteksi oleh system keuangan.
h.       Modus over invoices atau double invoice : mendirikan perusahaan ekspor-impor negara sendiri, lalu di luar negeri (yang bersistem tax haven) mendirikan pula perusahaan bayangan (shell company).
i.         Underground Banking/Alternative Remittance Services : pengiriman uang melalui mekanisme jalur informal yang dilakukan atas dasar kepercayaan.
j.         Penggunaan pihak ketiga : menggunakan identitas pihak ketiga dengan tujuan menghindari terdeteksinya identitas dari pihak yang sebenarnya merupakan pemilik dana hasil tindak pidana.
k.        Mingling : mencampurkan dana hasil tindak pidana dengan dana dari hasil kegiatan usaha yang legal dengan tujuan untuk mengaburkan sumber asal dananya.
l.         Penggunaan identitas palsu : menggunakan identitas palsu sebagai upaya untuk mempersulit terlacaknya identitas dan pendeteksian keberadaan pelaku pencucian uang.